Usia Lanjut Dalam Perspektif Islam

  • 01 Mar 2024 13:45 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Usia lanjut (lansia) merupakan usia mendekati akhir siklus kehidupan manusia di dunia. Usia tahap ini dimulai 60-an sampai akhir kehidupan.

1. Menjadi tua memang bukan pilihan melainkan sesuatu yang pasti dialami. Setiap orang tanpa kecuali, jika berumur panjang akan menjadi tua. Hal ini sesuai dengan siklus kehidupan dan perkembangan yang dialami manusia dengan ciri yang sangat jelas.

Seperti yang dinyatakan oleh Hurlock, yakni terjadinya perubahan fisik dan psikologis tertentu.

2. Fase usia lanjut dalam perkembangan manusia adalah fase penurunan dari puncak keperkasaan manusia. Dari bayi berkembang menuju puncak kedewasaan dengan kekuatan fisik yang prima, lalu menurun sebagai kakek atau nenek (lansia). Hal ini dapat dipahami dari perjalanan hidup manusia

Ustaz KH. Muhammad Khozin, M.Pd dalam program siaran Mutiara Pagi Pro 1 Samarinda pada Jumat (1/3/2024), mengatakan, Islam memandang orang lanjut usia (lansia) dengan pandangan terhormat, sebagaimana besarnya perhatian terhadap generasi muda. Islam memberi perhatian khusus terkait dengan masa lansia, baik kondisi fisik, kesehatan reproduksi, dan kondisi psikis mereka. Islam memperlakukan dengan baik para lansia ini agar mereka tetap dipandang sebagai manusia yang bermartabat (memanusiakan manusia)

Usia lansia merupakan masa penurunan produktivitas, karena kondisi fisik yang sudah mulai melemah. Karena itu, sebelum memasuki usia lanjut, perlu mempersiapkan diri lebih baik, lahir maupun batin, agar masa tua kelak bisa tetap produktif dan bahagia. Gambaran kondisi fisik ini terdapat dalam Al-Qur’an Surat Yasin ayat 68:


وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْ


Artinya: Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?

Maka, ajaran yang penting dalam Islam bagi lansia adalah dengan memberikan semangat, kasih sayang, dan penghormatan.

Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa penghormatan terhadap lansia ini bagian dari ketaatan kepada Tuhan. Allah swt telah memerintahkan seorang anak untuk berbuat baik kepada orang tua terutama saat mereka sudah lanjut usia dan tidak boleh mengatakan perkataan yang menyakitkan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat al-Isra ayat 23:


وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا


Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Redaksi di atas menunjukkan bahwa kita sebagai kaum muda harus berlaku baik kepada orang tua, terutama yang sudah lanjut usia. Salah satunya dengan memberikan kasih sayang, perhatian yang lebih dan tidak menyakitinya.

Maka ada istilah, orang yang sudah tua renta ibarat “Al-Qur’an usang”, dibaca susah, tapi kalau dibuang lebih berbahaya.

Ini merupakan gambaran ketika kita memiliki orang tua yang sudah sangat sepuh. Dirawat wataknya seperti anak kecil, tapi kalau ditelantarkan akan menjadikan kita durhaka.

Maka sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya, akan tetap merawat mereka meski wataknya berubah seperti anak kecil. Dan akan sabar mengurusnya, sebagaimana orang tuanya dulu sabar mengurusnya sewaktu kecil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....