Jenis-Jenis Primata yang Hidup di Hutan Kalimantan

  • 30 Jan 2024 19:45 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda; Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan beraneka ragam. Tingginya keanekaragaman hayati Indonesia ditunjukan oleh banyaknya keberadaan jenis primata. Salah satu primata yang hidup di hutan Indonesia adalah Bekantan. Bekantan merupakan spesies endemik yang mendiami hutan bakau di pulau Kalimantan.


Menurut Supriatna dan Edy dalam buku yang berjudul Panduan Lapangan Primata Indonesia (2000) bekantan di Pulau Kalimantan dikenal dengan berbagai nama, yaitu kera belanda, pika, bahara bentangan, raseng dan kahau.


Dalam ekosistem hutan di Kalimantan, bekantan menjadi spesies kunci yang artinya peran bekantan dalam ekosistem tidak dapat digantikan oleh hewan lain. Dengan kata lain, bekantan adalah indikator baik dan sehatnya hutan di Kalimantan.


Selain bekantan, di hutan Kalimantan terdapat berbagai jenis-jenis primate lainnya yang hidup di hutan Kalimantan, sebagaimana dikutip dari laman internationalanimalrescue.or.id.


1. Bekantan


Bekantan merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan yang banyak ditemukan pada ekosistem gambut seperti hutan mangrove, rawa, dan hutan pantai. Monyet dengan ciri-ciri khas hidung yang panjang ini memiliki nama ilmiah Nasalis larvatus.


Bekantan juga sering disebut monyet belanda, karena rambutnya berwarna cokelat kemerahan. Bekantan merupakan primata diurnal dimana banyak melakukan aktivitas di siang hari. Selain itu, bekantan juga merupakan perenang yang ulung karena memiliki selaput kulit seperti katak pada bagian telapak kaki dan tangannya.


Seperti diketahui, bekantan merupakan landmark Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Patung setinggi 6,3 meter ini dibuat di tepi Siring Sungai Martapura. Bahkan bekantan dijadikan maskot salah satu tempat rekreasi, yaitu Dunia Fantasi (Dufan) di Jakarta.


Namun sayangnya menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), keberadaan bekantan kini terancam punah (endangered), salah satu penyebabnya adalah alih fungsi lahan hutan. Padahal bekantan ini memiliki fungsi sebagai pengatur silvikultur hutan dengan memakan daun dan pucuk pepohonan.


2. Orangutan


Orangutan merupakan kera besar yang hanya berada di Asia, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia habitat orangutan hanya berada di hutan Sumatra dan Kalimantan. Di hutan Kalimantan menjadi habitat salah satu jenis orangutan, yaitu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).


Orangutan kalimantan memiliki ciri fisik rambut panjang dan kusut dengan warna merah gelap kecokelatan, dengan gradasi warna pada wajah dimulai dari merah muda, merah hingga hitam. Primata endemik hutan Kalimantan ini memiliki lengan yang panjang serta jakun yang besar untuk mengeluarkan suara yang besar memanggil rombongan orangutan.


Keberadaan orangutan kalimantan menurut IUCN kini kritis di alam (critically endangered). Padahal orangutan dan hutan memiliki hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Orangutan berperan sebagai penyebar biji-bijian dan membantu pepohonan di hutan untuk beregenerasi.


3. Kukang


Kukang merupakan primata yang dijuluki satwa yang lucu dan menggemaskan, padahal kukang merupakan satwa berbisa. Kukang memiliki cairan bisa dilengannya dan taring yang tajam. Apabila bisa tersebut tersalurkan ke tubuh manusia melalui gigitannya dapat menyebabkan demam dan pembengkakan.


Di Pulau Kalimantan terdapat tiga jenis kukang, yaitu kukang kalamasan kalimantan (Nycticebus menagensis), kukang kalimantan (Nycticebus borneanus), dan kukang kayan (Nycticebus kayan).

Status konservasi dari ketiga jenis kukang yang hidup di hutan Kalimantan ini adalah rentan (vulnerable).


Kukang juga merupakan satwa nokturnal yang sangat menyukai sari bunga kaliandra. Kukang memiliki peran penting bagi ekosistem sebagai pengendali hama serangga, membantu penyerbukan dan penyebaran tumbuhan.


4. Owa


Owa merupakan kera kecil yang setia. Owa adalah satwa monogami, setia dengan pasangannya. Owa banyak menghabiskan waktunya di atas pohon atau biasa disebut satwa arboreal.


Jenis owa endemik Pulau Kalimantan adalah owa kalawat (Hylobates muelleri). Wilayah sebarannya berada di bagian tenggara dan timur Pulau Kalimantan, tepatnya di sebelah timur Sungai Barito, Kalimantan Selatan hingga sebelah utara Sungai Karangan, Kalimantan Timur.


Owa kalawat menyukai kanopi hutan yang rapat, hal ini disebabkan ia suka sekali berayun (brankiasi). Owa kelawat memiliki suara yang unik hal ini berguna untuk mempertahankan wilayahnya. Primata endemik ini memiliki tubuh yang ditutupi oleh rambut berwarna cokelat atau abu-abu dan dilengkapi dengan alis yang berwarna terang.


Menurut IUCN, owa kalawat kini terancam punah (endangered). Banyak mitos-mitos mengenai obat-obatan yang berasal dari owa kalawat menjadikan satwa ini banyak diburu. Alasan lain yang membuat populasi spesies ini menurun ialah deforestasi.


5. Lutung


Jenis lutung yang hidup di hutan Kalimantan adalah Lutung kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu merupakan monyet yang hidup arboreal dengan ciri-ciri memiliki rambut tubuh berwarna hitam dengan ujung warna putih atau kelabu. Ketika bayi lutung kelabu memiliki warna rambut oranye. Seiring masa pertumbuhan warna tersebut berubah menjadi kelabu.


Lutung kelabu merupakan lutung berukuran sedang dengan status konservasi menurut IUCN adalah rentan (vulnerable). Salah satu penyebabnya adalah masyarakat menganggap lutung kelabu adalah hama.


Itulah beberapa jenis primata yang hidup di hutan Kalimantan, meskipun jika diulik lebih jauh sebenarnya masih banyak jenis primate lainnya di hutan Kalimantan yang menjadi habitat bagi primata.


Namun sangat disayangkan hampir seluruh jenis primata yang hidup di hutan Kalimantan berada dalam status konservasi yang sangat mengkhwatirkan.

Jadi sudah menjadi tanggung jawab kita untuk turut serta dalam menjaga kelestarian hutan dan tentunya primata di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....