Terpuruk Bukan Berarti Gagal
- 20 Jan 2024 22:19 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Dalam setiap fase kehidupan seorang manusia tidak hanya mendapat kesenangan dan kebahagian namun juga kesedihan atau keterpurukan. Keterpurukan yang biasanya dianggap sebagai kegagalan, baik itu terpuruk dalam bidang ekonomi, terpuruk secara jasmani. rohani, sosial, keharmonisan keluarga atau keimanan.
Keterpurukan bukanlah kegagalan dan kegagalan bukanlah hal yang memalukan, menjadi poin penting yang disampaikan Prof.Hendro Kuntjoro kepada RRI ( Sabtu, 20/1/2024).
“ Tuhan memberikan kesempatan kepada umatnya untuk bangkit dari keterpurukan yaitu dengan berdoa dan berusaha , “ ujar pria yang bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur ini.
Bagaimana bisa bangkit dari keterpurukan, pria yang juga mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta ini menyampaikan beberapa tips. Pertama, saat jatuh boleh bersedih namun tidak berlarut – larut, karena masa sulit adalah siklus yang harus diterima dengan lapang dada. Berdamailah dengan hidup yang sedang kita jalani.
Jika lelah, istirahatlah. Tubuh dan pikiran memiliki batas dan butuh istirahat. Berlibur sejenak mengunjungi tempat – tempat baru menjadi salah satu solusi.
Bahagiakan diri sendiri dan yang terpenting tidak ada yang bisa membuat bahagia selain diri sendiri. Melakukan hobi yang selama ini diitinggalkan bisa menjadi pilihan untuk membahagiakan diri sendiri.
“ Sebagai umat beragama seharusnya bersyukur, cara bersyukur menentukan bagaimana menjalani hidup dan jangan mengeluh. Perlu diingat, Tuhan tidak memberikan ujian diluar batas kemampuan umatnya, “ lanjut Prof. Hendro.
Memotivasi pada diri sendiri untuk bangkit dan berjuang tanpa menyalahkan diri sendiri atau orang lain dan membuat beberapa rencana agar siap menghadapi kegagalan.
Terakhir, jadikan masa lalu sebagai pelajaran, masa lalu yang tidak menyenangkan adalah hal yang berharga bisa menjadi pelajaran menghadapi tantangan. Masa sulit akan membuat kita lebih kuat dan melihat perspektif yang lebih luas
“ Tuhan sengaja memberikan cobaan pada umatnya agar umatnya lebih terasah dan lebih dewasa untuk menghadapi hidup yang lebih kompleks, “ pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....