Fakta Menarik di Balik Ransum TNI yang Canggih dan Awet

  • 07 Okt 2026 09:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ransum TNI adalah paket logistik strategis yang diproduksi oleh Badan Pembekalan (Babek) TNI untuk prajurit di medan operasi. Berdasarkan laporan Pusat Penerangan TNI, seluruh varian ransum ini bersifat eksklusif. Pihak militer menegaskan bahwa ransum tidak diperjualbelikan kepada masyarakat umum di luar jalur resmi.

Terdapat beberapa varian populer yang didistribusikan untuk prajurit di lapangan. Salah satu varian terbaru adalah Ransum Naraga yang memuat menu modern seperti Nasi Ayam Taliwang dan Macaroni Saus Jamur. Selain itu, terdapat varian legendaris T2P dan T2PJ yang menyajikan menu Nusantara seperti Nasi Kuning Ayam.

Setiap kotak ransum dirancang untuk mencukupi kebutuhan energi harian prajurit. Satu paket lengkap mampu menghasilkan sekitar 3.000 hingga 3.600 kalori setiap harinya. Kompartemen di dalamnya mencakup makanan utama siap saji dan biskuit energi.

Selain makanan berat, ransum dilengkapi suplemen minuman serbuk padat gizi. Berdasarkan Jurnal Ilmiah Ghidza Universitas Tadulako, suplemen sereal Imukal mengandung energi sebesar 162,48 kkal. Minuman ini memiliki indeks glikemik tinggi untuk mempercepat pemulihan energi prajurit.

Kualitas makanan didukung oleh teknologi pengemasan modern. Ransum dikemas menggunakan kantong retort berlapis aluminium foil yang kedap udara. Teknologi ini membuat makanan bertahan hingga tiga tahun tanpa bahan pengawet kimia.

Prajurit juga dibekali alat pemanas lapangan tanpa dapur. Paket Naraga menggunakan teknologi Flameless Ration Heater yang memanfaatkan reaksi air. Reaksi kimia ini memanaskan makanan secara instan dalam waktu singkat.

Sejarah ransum militer Indonesia berakar dari perjuangan masa lampau. Formula biskuit darurat pertama kali dirintis atas perintah Jenderal Abdul Haris Nasution. Prof. Dr. Sardjito meramu biskuit darurat lokal saat peristiwa Serangan Umum 1 Maret.

Peredaran ransum militer di luar institusi pertahanan merupakan tindakan ilegal. Babek TNI terus mengawasi distribusi logistik agar tepat sasaran. Penggunaan ransum diatur ketat untuk mendukung kesiapan prajurit TNI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....