Menanamkan Rasa Cinta Al-Qur’an dengan Menghafalnya sejak Usia Balita
- 06 Okt 2026 06:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menghafal Al-Qur’an sejak usia balita dinilai bukan hal yang mustahil, selama dilakukan dengan metode yang tepat dan pendampingan secara konsisten. Ustaz Ade Koswara, menyebut usia nol hingga tujuh tahun merupakan fase yang baik untuk menanamkan hafalan Al-Qur’an kepada anak.
Menurut Ustaz Ade, kemudahan menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu keistimewaan kitab suci umat Islam, bahkan dapat dilakukan oleh anak-anak usia balita. Ia mengatakan metode tahfiz balita yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan telah dipraktikkan selama lebih dari delapan tahun dan dikembangkan berdasarkan metode yang diperoleh dari gurunya, Syekh Kamil El Laboud dari Mesir.
Ustaz Ade mengingatkan umat Islam agar tidak mengabaikan Al-Qur’an, sebagaimana pesan yang disampaikan dalam Surah Al-Furqan ayat 30: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang diabaikan.” Menurutnya, bentuk mengabaikan Al-Qur’an tidak hanya tidak membacanya, tetapi juga tidak memperbaiki bacaan, tidak mendengarkan, mempelajari, mentadaburi, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada orang lain.
Ia menjelaskan, kemampuan anak dalam menghafal Al-Qur’an sejak usia dini telah dipraktikkan oleh Syekh Kamil El Laboud kepada ketiga anaknya, yang semuanya berhasil menghafal 30 juz ketika masih belia. “Maka ini bukan semata-mata keajaiban, tapi ini adalah metode yang bisa dipraktikkan,” ujar Ustaz Ade yang juga merupakan pengurus Lembaga Seni Budaya & Peradaban Islam MUI Kalimantan Timur,
Menurut Ustaz Ade, usia nol hingga tujuh tahun merupakan fase yang sangat baik untuk menghafalkan Al-Qur’an karena anak berada pada masa perkembangan otak yang pesat. Ia mencontohkan metode yang diterapkan sejak masa kehamilan dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an secara rutin, kemudian dilanjutkan setelah anak lahir melalui pengulangan bacaan secara konsisten.
Ustaz Ade juga mengingatkan orang tua agar tidak terlalu dini memberikan gadget kepada anak dan membiarkan penggunaannya tanpa batas. Menurutnya, waktu anak sebaiknya diarahkan untuk kegiatan yang membangun, termasuk mendekatkan mereka dengan Al-Qur’an, karena generasi emas tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga membutuhkan pedoman agama dan akhlak.
Ia berharap para orang tua tidak ragu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini dan memilih metode yang tepat agar proses menghafal berlangsung menyenangkan. “Jangan ragu, jangan sungkan untuk menanamkan kepada putra-putrinya sejak dini untuk bisa menghafalkan Al-Qur’an,” ucap Ustaz Ade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....