Rumput Kering Picu Karhutla Mudah Kembali Menyala

  • 29 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah dipadamkan di Kota Samarinda masih perlu mendapat perhatian. Pasalnya, kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat membuat bara yang tersisa kembali mengeluarkan asap hingga berpotensi memicu api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan lokasi karhutla sebelumnya telah dilakukan pemadaman dan dinyatakan clear. Namun, kondisi di lapangan dapat berubah ketika angin kencang bertiup di tengah cuaca panas.

“Memang sudah dilakukan pemadaman dan sudah clear. Tapi memang ketika ada angin kencang, terus cuaca panas, itu berasap kembali. Kalau kita biarkan, itu akan hidup kembali,” kata Suwarso. Selasa, 29 September 2026.

Menurut Suwarso, salah satu faktor yang membuat api mudah kembali muncul adalah kondisi vegetasi di lokasi. Rumput yang telah mengering dan tumbuh cukup tebal menjadi material yang mudah terbakar ketika terpapar panas dan terkena bara.

“Apinya itu ada karena memang rumputnya juga mengering dan tebal. Sehingga mudah sekali terbakar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemunculan asap setelah pemadaman perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi tanda masih adanya bara di dalam atau di sekitar material yang terbakar. Terlebih, tiupan angin dapat membantu bara kembali mendapatkan oksigen dan memicu munculnya api.

Karena itu, penanganan karhutla tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar tetap diperlukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali, khususnya saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.

BPBD Kota Samarinda mengimbau agar kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar tetap diwaspadai sehingga potensi karhutla dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....