Maulid Nabi Jangan Berhenti pada Selawat, Amalkan Sunah

  • 22 Sep 2026 07:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Malang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada lantunan selawat dan kehadiran di majelis, tetapi dilanjutkan dengan menghidupkan sunah serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Gus Ajir mengajak umat Islam yang masih diberikan keamanan dan ketenteraman untuk memperbanyak ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Menurutnya, menghidupkan sunah Nabi dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperoleh perlindungan dan keberkahan dari Allah.

Dikutip dari kanal YouTube Al Wafa Tarim, Senin 21 September 2026, Gus Ajir membacakan Surah Al-Anfal ayat 33 yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengazab suatu kaum ketika Nabi Muhammad SAW berada di tengah mereka dan ketika mereka memohon ampun. Ia menjelaskan, ayat tersebut menggambarkan keberadaan Rasulullah SAW sebagai sumber keamanan yang agung.

Setelah Rasulullah SAW wafat, menurut Gus Ajir, keberkahan tersebut dapat diupayakan dengan tetap berpegang pada sunah dan ajaran Islam. Sebaliknya, ketika sunah mulai ditinggalkan dan ajaran Islam diabaikan, umat perlu mewaspadai munculnya berbagai fitnah dan bala. Ia juga mengajak jamaah mendoakan mereka yang wafat dalam berbagai musibah agar mendapat rahmat Allah dan termasuk golongan syuhada, serta mendoakan keluarga yang kehilangan orang tercinta, harta benda, dan tempat tinggal agar diberi kesabaran dan kekuatan.

Karena itu, Gus Ajir mengajak jamaah merenungkan pertanyaan, “Ma ba'dal maulid?” atau apa yang dilakukan setelah Maulid. Menurutnya, ukuran keberhasilan mengikuti Maulid bukan hanya seberapa banyak seseorang menghadiri majelis, melainkan sejauh mana kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW mendorong perubahan perilaku dan kesungguhan mengikuti sunah. “PR kita setelah Maulid ini adalah bagaimana kaum muslimin semakin berpegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai Islam,” katanya.

Ia mencontohkan akhlak Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya keramahan dan murah senyum. Menurutnya, nilai-nilai Islam juga tercermin dalam kedisiplinan dan kebersihan yang dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat di sejumlah negara, termasuk Jepang. “Jamaah diajak menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam memperlakukan orang lain, terutama keluarga dan anak-anak,” ujar Gus Ajir.

Gus Ajir juga menyampaikan pesan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari yang dihimpun dalam kitab Minal Muktamar ilal Muktamar. Umat dianjurkan berpegang teguh kepada Al-Qur'an, sunah, dan ajaran syariat, sekaligus tidak meninggalkan majelis ilmu. Ia menyebut Sullamut Taufiq karya Habib Abdullah bin Husein bin Thahir dan Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali sebagai dua kitab yang ditekankan dalam nasihat tersebut. “Jangan sampai selawatan semangat, tetapi ketika ngaji justru mengantuk,” ujarnya. Pesan itu menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Nabi perlu diwujudkan melalui ilmu, amal, akhlak, dan perubahan nyata dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....