Hasanah Dunia Bukan Sekadar Harta, Ilmu dan Ibadah
- 22 Sep 2026 07:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Malang - Doa “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah” kerap dibaca umat Islam. Namun, kebaikan dunia yang dimohon dalam doa tersebut tidak semata-mata berupa harta, kemewahan, atau kedudukan, melainkan kebaikan yang membuat kehidupan bernilai di hadapan Allah SWT.
Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Selasa 22 September 2026, Ustaz Habib Taufiq Aseggaf menjelaskan, Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah menafsirkan hasanah fid dunya sebagai ilmu dan ibadah, sedangkan hasanah fil akhirah adalah surga. Dengan pemahaman tersebut, seorang mukmin tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, tetapi memanfaatkan kehidupan dunia sebagai jalan menuju kebahagiaan akhirat.
Menurut Habib Taufiq, harta dan kekuasaan tidak dapat dijadikan ukuran kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT. Dunia dengan segala kekayaannya dapat dimiliki siapa saja, termasuk orang-orang yang tidak beriman. Karena itu, yang perlu dikejar seorang muslim adalah kebaikan yang memberikan nilai bagi kehidupannya, terutama ilmu yang bermanfaat dan ibadah.
"Ibadah merupakan tujuan utama penciptaan manusia. Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Seluruh aktivitas kehidupan pada akhirnya harus mengarah kepada penghambaan kepada Allah," ujar Habib Taufiq Aseggaf.
| Baca juga: Tiga Hakikat Kemerdekaan bagi Seorang Muslim |
Selain ibadah, ilmu juga memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia. Menurutnya, keteraturan alam semesta seharusnya mendorong manusia untuk berpikir, belajar, dan mengenali kebesaran Allah SWT. Dengan ilmu, seseorang dapat memahami perintah Allah, menjalankan ibadah dengan benar, sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai tanda kebesaran-Nya.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan orang yang berilmu dibandingkan ahli ibadah yang tidak memiliki ilmu. Dalam sebuah hadis, keutamaan seorang alim atas ahli ibadah diibaratkan seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Ilmu yang bermanfaat tidak hanya memberikan manfaat bagi pemiliknya, tetapi juga dapat menjadi petunjuk bagi orang lain.
Habib Taufiq mengatakan kisah Nabi Sulaiman Alaihissalam dapat menjadi gambaran tentang kedudukan ilmu. Dalam kisah yang disampaikannya, Nabi Sulaiman memilih ilmu ketika dihadapkan pada pilihan antara ilmu, harta, dan kerajaan. "Kisah ini mengajarkan bahwa ilmu merupakan fondasi kemuliaan. Harta dan kedudukan dapat mengikuti orang yang berilmu, tetapi ilmu tidak boleh dicari demi mengejar harta atau jabatan. Ilmu harus dicari untuk diamalkan dan mendekatkan diri kepada Allah," kata Habib Taufiq.
Karena itu, doa “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah” mengajarkan seorang mukmin untuk memohon kebaikan yang bernilai, bukan sekadar kenikmatan duniawi. Ilmu yang bermanfaat dan ibadah yang benar menjadi bagian dari hasanah fid dunya, sedangkan surga menjadi kebaikan terbesar yang diharapkan di akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....