Atasi Pupuk Mahal, PHKT Gandeng 20 Bank Sampah untuk Kembangkan Budidaya Maggot

  • 12 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tingginya harga pupuk dan pakan konvensional kerap menjadi keluhan utama para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Merespons kendala tersebut, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) menghadirkan solusi ramah lingkungan berbasis sirkular ekonomi melalui integrasi budidaya maggot dan pengelolaan sampah organik.

Melalui perluasan Program Gerbang Insan Mapan di Desa Sebakung Jaya, budidaya maggot dikenalkan sebagai mekanisme pengolahan sampah organik yang melimpah baik dari limbah pertanian maupun aktivitas rumah tangga warga sekitar yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Pendekatan rantai pasok pupuk dan pakan mandiri ini juga melibatkan jejaring pengelolaan sampah tingkat lokal. PHKT mengintegrasikan sistem ini agar mampu memproduksi pupuk dan pakan secara berkelanjutan bagi kebutuhan perikanan bioflok maupun lahan mina padi.

"Program tadi juga sudah dikenalkan ke hampir 20 lebih bank sampah yang ada di sana, sehingga produknya itu bisa menghasilkan pupuk yang kemudian bisa dimanfaatkan," ujar Elis Fauziyah, Head of Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Kamis, 10 September 2026.

Hadirnya budidaya maggot ini menjadi jawaban atas persoalan biaya operasional pertanian dan perikanan yang tinggi. Hasil dari budidaya maggot tersebut langsung diputar kembali untuk mendukung efisiensi biaya produksi kelompok tani binaan.

“Jadi, dimanfaatkan kembali untuk pakan ikan bioflok dan juga mina padinya tadi," ujarnya.

Melalui ekosistem terpadu ini, para petani tidak hanya mampu menekan pengeluaran untuk beli pupuk dan pakan pabrikan, tetapi juga berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan kawasan perdesaan di PPU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....