Ahlul Wafa, Akhlak Mulia yang Dicontohkan Rasulullah

  • 14 Sep 2026 17:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo – Menepati janji dan tidak melupakan kebaikan orang lain merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu dijaga dalam kehidupan. Sikap tersebut dikenal dengan istilah ahlul wafa, yakni orang-orang yang setia terhadap janji serta tetap mengenang jasa dan kebaikan orang lain.

Dikutip dari kanal YouTube Ustaz Muhammad Al-Habsyi, Jumat 11 September 2026, Habib Muhammad Alhabsy mengajak umat untuk meneladani sifat ahlul wafa. Menurutnya, sifat tersebut merupakan akhlak yang dicintai Allah SWT. Dalam munajatnya, Rasulullah SAW juga menyebut Allah sebagai Zat Yang Maha Menepati Janji dan Maha Layak Mendapatkan Pujian.

Akhlak tersebut tercermin dalam kehidupan Rasulullah SAW. Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau pernah menunggu seseorang yang berjanji untuk bertemu selama tiga hari karena orang tersebut lupa memenuhi janjinya. Ketika orang itu datang, Rasulullah tetap berada di tempat yang telah disepakati.

Selain menepati janji, Rasulullah juga dikenal tidak melupakan jasa orang lain. Habib Muhammad mengisahkan, suatu ketika Rasulullah menyambut seorang perempuan beserta keluarganya dengan penuh penghormatan. Ketika para sahabat bertanya, beliau menjelaskan bahwa perempuan tersebut merupakan ibu susu beliau. "Sikap ini menunjukkan betapa beliau senantiasa mengenang dan menghormati orang-orang yang pernah berjasa dalam kehidupannya," ujar Habib Muhammad Alhabsy.

Sikap serupa terlihat dari cara Rasulullah mengenang Sayyidah Khadijah RA setelah wafat. Beliau tetap mengingat kebaikan dan hubungan Khadijah dengan orang-orang di sekitarnya. Ketika Rasulullah menerima seorang sahabat Khadijah dengan penuh penghormatan, beliau menjelaskan bahwa orang tersebut merupakan sahabat yang pernah dekat dengan Khadijah. Menurut Habib Muhammad, hal itu menunjukkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang memiliki jasa dan kedekatan dengan seseorang yang dicintai.

Nilai ahlul wafa juga dicontohkan Sayidina Abdullah bin Umar bin Khattab. Dalam sebuah perjalanan menuju Makkah, ia bertemu seorang Arab Badui yang merupakan anak dari sahabat dekat ayahnya, Umar bin Khattab. Abdullah bin Umar kemudian memberikan keledai yang ditungganginya dan sorban yang dikenakannya. "Abdullah bin Umar menjelaskan bahwa ayah orang itu adalah sahabat yang dicintai ayahnya. Salah satu bentuk bakti kepada orang tua adalah menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang dicintai orang tua setelah mereka wafat," kata Habib Muhammad.

Habib Muhammad juga mengisahkan Amr bin Akhtab Al-Anshari yang disebut pernah mengambil sehelai rambut dari gelas ketika Rasulullah hendak minum. Atas kebaikan tersebut, Rasulullah mendoakannya agar Allah memberikan keindahan kepadanya. Dalam kisah yang disampaikan, Amr disebut tetap tidak beruban hingga berusia lebih dari 90 tahun. "Kisah ini menunjukkan bahwa kebaikan yang dilakukan kepada orang-orang saleh tidak akan pernah sia-sia. Sekecil apa pun amal yang dilakukan dengan ikhlas dapat mendatangkan keberkahan yang besar di dunia maupun akhirat," ucap Habib Muhammad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....