Kabut Asap Meluas, Sekolah Diminta Utamakan Kesehatan Siswa

  • 10 Sep 2026 14:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Pendidikan Kota Samarinda mengimbau sekolah menyesuaikan kegiatan belajar mengajar jika kondisi cuaca dan lingkungan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Armin, pada RRI mengatakan penyesuaian pembelajaran dapat dilakukan melalui pembelajaran daring maupun dari rumah. Kebijakan tersebut dapat diterapkan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan keselamatan peserta didik.

“Kalau memang kondisi tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah, bisa dilakukan secara daring atau dari rumah. Yang penting anak-anak tetap belajar,” kata Armin. Kamis, 10 September 2026.

Menurut Armin, kondisi cuaca kering yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian satuan pendidikan. Sekolah diminta tidak memaksakan pembelajaran tatap muka apabila kondisi lingkungan berpotensi mengganggu kesehatan siswa maupun guru.

Ia mencontohkan kondisi di Mahakam Ulu dan Kutai Barat, yang sejumlah sekolahnya telah melakukan penghentian sementara kegiatan pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan karena kabut asap cukup mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan.

“Seperti di Mahakam Ulu dan Kutai Barat, kalau memang kabut asapnya sudah mengganggu kesehatan, tentu kegiatan belajar harus disesuaikan,” ujarnya.

Armin menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Meski demikian, ia berharap proses pendidikan tetap berjalan melalui metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Dengan demikian, kegiatan belajar siswa tetap berlangsung tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....