Cinta Rasulullah kepada Umat yang Tidak Pernah Meminta Balas
- 07 Sep 2026 07:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Cinta Rasulullah bersifat luas dan menjadi rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana firman Allah Swt.dalam Surah Al-Anbiya ayat 107, “Wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil-‘ālamīn” yang berarti, “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Kepada RRI, Ustazah Hj. Siti Fatimah menjelaskan, kasih sayang Rasulullah tidak hanya ditujukan kepada umat Islam, tetapi juga kepada seluruh makhluk ciptaan Allah Swt. “Tujuannya adalah membawa kasih sayang, kedamaian, keselamatan, dan petunjuk bagi seluruh makhluk serta seluruh alam semesta,” ujarnya.
Menurutnya, akhlak Rasulullah merupakan cerminan kasih sayang yang begitu besar, termasuk kepada orang-orang yang pernah menyakiti dan memusuhinya. Ia mencontohkan peristiwa Fathu Makkah ketika Rasulullah memilih memasuki Kota Makkah dengan damai dan memberikan pengampunan kepada penduduk yang sebelumnya mengusir serta menyakiti beliau.
Keteladanan serupa terlihat ketika Rasulullah menghadapi penduduk Thaif yang melemparinya dengan batu hingga terluka, tetapi beliau tidak membalas dengan kebencian. “Beliau tidak minta balas, beliau minta hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Ustazah Hj. Siti Fatimah seraya mengingatkan bahwa Rasulullah justru mendoakan agar dari keturunan penduduk Thaif lahir generasi yang bertauhid.
Ia menambahkan, kecintaan Rasulullah kepada umatnya bahkan tetap terlihat menjelang wafat, ketika perhatian beliau masih tertuju kepada umat dan mengingatkan pentingnya menjaga salat serta amanah. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan selawat, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti akhlak dan sunah beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Di era digital, Ustazah Hj. Siti Fatimah mengajak masyarakat menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah melalui perilaku di media sosial, keluarga, ekonomi, dan pendidikan. “Sebelum membagikan berita, lakukan tabayun, cek dulu fakta dan kebenarannya, dan jadikan media sosial sebagai ladang ibadah serta dakwah, bukan ladang gibah,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan dengan kejujuran, amanah, menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, serta menghidupkan sunah dalam kehidupan sehari-hari. “Cinta kepada Nabi di era sekarang diukur dari seberapa banyak sunah yang kita hidupkan dan seberapa banyak perilaku yang tidak baik yang kita tinggalkan,” ujar Ustazah Hj. Siti Fatimah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....