Mengungkap Kemuliaan Rasulullah SAW Melalui Ayat dan Pujian
- 07 Sep 2026 17:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Habib Ali Al-Habsyi, pengarang Maulid Simthud Durar, pernah mengungkapkan bahwa dirinya telah berusaha menggambarkan kemuliaan Rasulullah SAW melalui ayat Al-Qur'an, hadis, qasidah, dan berbagai pujian. Namun, setelah seluruh usaha tersebut dilakukan, beliau menyadari bahwa kata-kata yang dirangkainya belum mampu menggambarkan, bahkan sebagian kecil, dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Jumat, 4 September 2026, Ustaz Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab menjelaskan keterbatasan manusia dalam mengungkapkan kemuliaan Rasulullah SAW. Menurutnya, bagaimana mungkin ucapan seorang makhluk mampu menggambarkan hakikat makhluk yang paling dicintai Allah SWT? Tidak ada lisan yang mampu menyamai pujian Allah SWT kepada Nabi-Nya.
Salah satu pujian Allah SWT yang sangat agung kepada Rasulullah SAW terdapat dalam Surah Al-Anbiya ayat 107, "Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil 'alamin", yang berarti, "Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam." Ayat tersebut menegaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta.
Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab juga mengutip pandangan Sidi Abdul Aziz Ad-Dabbagh yang menjelaskan bahwa apabila mata hati seseorang dibukakan oleh Allah SWT, ia akan menemukan pujian terhadap Rasulullah SAW bukan hanya dalam setiap surah, melainkan juga dalam setiap ayat Al-Qur'an.
"Seluruh sifat mulia yang ada pada manusia sesungguhnya bersumber dari Rasulullah SAW. Ketawadukan, kedermawanan, kasih sayang, kesabaran, keberanian, dan seluruh akhlak terpuji merupakan pancaran dari kesempurnaan beliau," kata Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab.
Menurutnya, berbagai keutamaan dan keindahan yang terdapat di alam semesta tidak dapat dilepaskan dari kemuliaan Rasulullah SAW. Bahkan, berbagai nikmat kehidupan yang disadari maupun tidak disadari manusia merupakan bagian dari rahmat Allah SWT yang disampaikan melalui risalah Rasulullah SAW.
"Karena itu, mengenal Rasulullah bukan sekadar mengenal sejarah kehidupan beliau, melainkan mengenal sumber rahmat, sumber kemuliaan, dan sumber segala kebaikan yang Allah anugerahkan kepada alam semesta. Semakin seseorang mengenal Nabi Muhammad SAW, semakin ia menyadari betapa terbatas pengetahuannya terhadap kemuliaan manusia paling sempurna yang diciptakan Allah SWT," ucap Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....