Kenikmatan Dekat dengan Allah Melebihi Kemewahan Dunia
- 04 Sep 2026 07:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Kenikmatan hidup tidak selalu diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau kemewahan yang dimiliki. Bagi orang-orang yang dekat dengan Allah SWT, kebahagiaan sejati justru dapat ditemukan dalam ibadah, zikir, dan ketenangan saat bermunajat kepada-Nya.
Pesan tersebut tergambar dalam perkataan Al-Imam Ibrahim bin Adham rahimahullah: “Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kenikmatan yang kami rasakan, niscaya mereka akan memerangi kami untuk merebutnya.”
Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Kamis 3 September 2026, Habib Fahmi bin Hamid Assegaf menjelaskan, ungkapan tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah bahwa para raja akan mengangkat senjata. Pernyataan itu merupakan ungkapan untuk menggambarkan betapa besar kenikmatan batin yang dirasakan orang-orang yang dekat dengan Allah SWT.
Menurutnya, para raja mungkin hidup dalam istana dengan berbagai kemewahan. Namun, jika mereka mengetahui kelezatan beribadah, manisnya berzikir, nikmatnya qiyamul lail, serta ketenangan ketika bermunajat kepada Allah SWT, kenikmatan tersebut dinilai jauh lebih berharga dibandingkan kemewahan dunia.
“Kenikmatan ruhani jauh melampaui kenikmatan materi. Harta, jabatan, dan kemegahan dunia memiliki batas. Namun, kedekatan dengan Allah menghadirkan kebahagiaan yang tidak bisa diukur oleh apa pun di dunia ini,” ujar Habib Fahmi bin Hamid Assegaf.
Karena itu, menurutnya, seorang muslim tidak cukup hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga perlu meningkatkan kualitasnya. Ibadah perlu dilakukan secara istiqamah, mulai dari menjaga salat wajib dan sunah, membaca Al-Qur’an secara rutin, mengupayakan qiyamul lail, hingga memperbanyak amal saleh lainnya.
Kualitas ibadah, lanjutnya, sangat berkaitan dengan kesungguhan hati. Ketika hati benar-benar dihadapkan kepada Allah SWT, seorang hamba akan lebih mudah merasakan ketenangan dan manisnya ibadah. Sebaliknya, ibadah yang dilakukan tanpa kesungguhan dapat membuat seseorang sulit merasakan kedekatan dengan-Nya.
“Mudah-mudahan Allah SWT segera menurunkan pertolongan-Nya kepada kita. Semoga Allah menganugerahkan taufik dan hidayah sehingga segala kesulitan dalam beribadah menjadi mudah, lalu terus dimudahkan hingga akhir hayat kita,” ucap Habib Fahmi.
Ia juga mengajak umat Islam untuk senantiasa berharap agar kehidupan hari ini menjadi lebih baik daripada hari sebelumnya. Termasuk memohon agar ketika ajal tiba, setiap muslim berada dalam keadaan dicintai dan diridai Allah SWT serta memperoleh syafaat Rasulullah SAW.
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita husnul khatimah, menerima seluruh amal ibadah, serta mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang saleh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....