Sektor Pertanian Indonesia Merdeka dari Ketergantungan Impor Pangan
- 02 Sep 2026 16:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia kembali meneguhkan arti kemerdekaan melalui kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Di tengah ketidakpastian global, ancaman perubahan iklim, dan gejolak pasokan pangan dunia, capaian sektor pertanian Indonesia menjadi salah satu penanda penting perjalanan bangsa menuju kedaulatan pangan.
Dikutip dari laman Indonesia.go.id pada Selasa 2 September 2026. Pagi belum sepenuhnya terang ketika aktivitas di sawah mulai berjalan. Para petani mempersiapkan musim tanam, memastikan air mengalir ke lahan, menghitung kebutuhan pupuk, dan menaruh harapan pada panen yang lebih baik.
Bagi mereka, pangan bukan sekadar angka produksi atau statistik ekonomi. Pangan adalah biaya pendidikan anak, kebutuhan keluarga, modal untuk kembali menanam, serta sumber penghidupan yang menentukan masa depan rumah tangga mereka.
Apa yang dikerjakan jutaan petani di berbagai daerah kini berkontribusi pada capaian nasional yang dinilai pemerintah sebagai tonggak penting dalam perjalanan ketahanan pangan Indonesia.
Dua tahun lalu, Indonesia masih menghadapi tekanan berat akibat fenomena El Niño yang memicu kekeringan di banyak wilayah. Produksi padi menurun, luas tanam menyusut, dan pasokan pangan nasional terganggu. Untuk menjaga ketersediaan beras, pemerintah saat itu harus mengimpor sekitar tujuh juta ton beras sepanjang 2024.
Namun situasi tersebut perlahan berubah. Indonesia berhasil meningkatkan produksi pangan, menghentikan impor beras medium, memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi sepanjang sejarah, serta mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Presiden Prabowo Subianto bahkan menyampaikan bahwa target ketahanan pangan yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun dapat dicapai hanya dalam satu tahun.
“Kita akan habis-habisan bekerja untuk rakyat dan bangsa kita,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, 14 Agustus 2026.
Menurut Presiden, capaian tersebut menjadi sangat berarti ketika banyak negara masih menghadapi kekhawatiran terhadap ancaman kelaparan, gangguan pasokan pangan, dan cuaca yang semakin tidak menentu.
“Di tengah dunia sekarang, yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....