Pelestarian Batik lewat Pentas Seni SMP N 14 Balikpapan

  • 01 Sep 2026 15:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Panggung kreativitas SMP Negeri 14 Balikpapan kembali bergemuruh melalui gelaran Pentas Seni (Pensi) pada Selasa, 1 September 2026. Acara ini menampilkan beragam bakat siswa, mulai dari seni tari, musik, hingga peragaan busana (fashion show) mengenakan batik corak hasil karya orisinal para murid. Bak model profesional, siswa-siswi berlenggak-lenggok di atas panggung memamerkan busana batik yang memukau.

SMPN 14 Balikpapan memang populer dengan karya Batik Carnival sejak tahun 2018. Agenda ini telah menjadi ciri khas yang melekat pada sekolah menengah pertama tersebut.

Apresiasi tinggi datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan. Mewakili Kepala Dinas, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Balikpapan, Supriyani, menyatakan bahwa gaung batik karnaval ini bahkan telah mencapai tingkat nasional.

"Pada tahun 2018, saat saya menjabat sebagai Kepala SMPN 14 Balikpapan, kami mulai memperkenalkan batik corak ini hingga mengantarkan saya menjadi guru berprestasi. Alhamdulillah, sampai saat ini Batik Carnival tetap eksis," ujar Supriyani.

Ia berharap prestasi nonsiswa ini terus berkembang mengikuti zaman, sehingga sekolah tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni membatik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN 14 Balikpapan, Eny Fitriyati, menjelaskan pemilihan tema batik merupakan wujud kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia. Tahun ini, Batik Carnival yang telah memasuki tahun ketujuh menampilkan berbagai inovasi teknik membatik.

"Dahulu kami memulai dengan teknik ikat celup. Seiring berjalannya waktu, inovasi terus berkembang. Tahun ini, busana untuk peragaan busana menggunakan teknik batik sibori, ecoprint, dan batik ciprat," kata Eny.

Eny menambahkan, kain batik karya siswa ini telah berhasil dipasarkan. Bahkan, seragam batik yang dikenakan oleh para guru di sekolah tersebut merupakan hasil produksi mandiri.

"Kami pernah menerima pesanan kaus batik dari Dharma Wanita, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)," ucap Eny.

Salah satu produk unggulan yang diminati adalah batik ecoprint yang memanfaatkan dedaunan alami. Seluruh bahan yang digunakan dipastikan ramah lingkungan. Saat ini, pihak sekolah sedang mengurus perizinan agar karya batik SMPN 14 Balikpapan mendapatkan hak paten sehingga dapat dipasarkan secara lebih luas.

Pentas Seni tahun ini mengusung tema "Pesona Klasik Energi Muda Tanpa Batas". Eny berharap kegiatan tahunan ini dapat memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter siswa.

Batik Carnival SMPN 14 Balikpapan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada teori akademis. Program ini berhasil menyatukan siswa dengan alam sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap batik—warisan leluhur asli Indonesia yang telah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....