Kendaraan Berusia 10 Tahun, Komponen Ini Perlu Diperiksa
- 30 Agt 2026 15:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Kendaraan yang telah digunakan selama 10 hingga 15 tahun membutuhkan perhatian lebih agar tetap aman dan nyaman digunakan.
Seiring bertambahnya usia kendaraan, sejumlah komponen dapat mengalami keausan, perubahan material, hingga penurunan kinerja. Pemeriksaan secara berkala menjadi penting untuk mengetahui kondisi kendaraan sebelum muncul kerusakan yang lebih serius.
Sistem pelumasan menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan. Oli tidak hanya berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen, tetapi juga membantu menjaga temperatur dan kebersihan bagian dalam mesin.
“Yang paling penting bukan sekadar mengganti oli, tetapi memastikan jenis dan spesifikasinya sesuai dengan kondisi serta rekomendasi kendaraan,” ujar teknisi otomotif sekaligus supir Surya Paloh, asal Jalan Meranti Samarinda.
Pemilik juga dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan melihat volume dan kondisi oli secara berkala. Jika volume berkurang secara tidak wajar atau ditemukan perubahan warna maupun bau yang mencurigakan, kendaraan sebaiknya diperiksa lebih lanjut.
Selain mesin, komponen berbahan karet juga memiliki usia pakai. Selang radiator, bushing, seal, dan beberapa bagian kaki-kaki dapat mengalami pengerasan atau retak setelah digunakan bertahun-tahun.
Kondisi tersebut tidak selalu terlihat dengan mudah. Karena itu, pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan komponen masih layak digunakan.
Sistem pendingin juga menjadi bagian penting pada kendaraan berusia panjang. Radiator, selang, thermostat, kipas, dan cairan pendingin perlu diperiksa agar mesin tidak mengalami panas berlebih.
Penggantian cairan pendingin sebaiknya mengikuti jadwal yang tercantum dalam buku manual kendaraan. Interval perawatan dapat berbeda bergantung pada jenis kendaraan, penggunaan, dan spesifikasi cairan yang digunakan.
“Jangan menunggu indikator temperatur naik baru memeriksa sistem pendingin. Pemeriksaan rutin justru membantu mencegah masalah ketika kendaraan sedang digunakan,” ucapnya.
Perhatian berikutnya perlu diberikan pada sistem kelistrikan. Panas dan usia dapat memengaruhi konektor, kabel, aki, serta komponen pengisian listrik seperti alternator.
Pemilik dapat mengamati gejala seperti lampu yang meredup, kendaraan sulit dihidupkan, atau munculnya gangguan pada perangkat kelistrikan. Jika gejala tersebut muncul, pemeriksaan tegangan dan sistem pengisian perlu dilakukan.
Bagian pengapian juga tidak kalah penting. Busi yang sudah aus dapat membuat pembakaran kurang optimal dan memengaruhi respons mesin serta konsumsi bahan bakar.
Endapan karbon pada ruang bakar juga dapat muncul tergantung kondisi mesin dan pola penggunaan kendaraan. Pembersihan sebaiknya dilakukan berdasarkan gejala atau hasil pemeriksaan, bukan semata-mata karena usia kendaraan.
Sistem bahan bakar juga perlu mendapat perhatian. Injektor, filter bahan bakar, dan komponen pendukung lainnya perlu dijaga kebersihannya agar suplai bahan bakar tetap berjalan dengan baik.
Penggunaan cairan pembersih atau aditif sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Pemilik perlu memastikan produk sesuai dengan jenis mesin dan mengikuti petunjuk penggunaannya.
Pada akhirnya, kendaraan berusia 10 hingga 15 tahun bukan berarti harus selalu mengalami penurunan performa. Kondisi kendaraan lebih banyak ditentukan oleh riwayat penggunaan, kualitas perawatan, dan kondisi masing-masing komponennya.
“Mobil yang sudah berumur tetap bisa digunakan dengan nyaman selama pemilik disiplin melakukan pemeriksaan. Yang penting adalah mengenali tanda-tanda kerusakan sejak awal,” katanya.
Perawatan rutin menjadi investasi penting untuk menjaga kendaraan tetap aman dan memperpanjang masa pakainya. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan secara konsisten juga dapat membantu pemilik menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....