Perumdam Tirta Kencana Samarinda Masuk Fase Siaga Hadapi Kemarau Panjang
- 27 Agt 2026 15:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda memasuki fase siaga menghadapi dampak El Nino atau musim kemarau mengingat adanya peningkatan kadar klorida air baku di Sungai Mahakam. Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda Kaharuddin kepada RRI mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi sejak jauh-jauh hari.
Menurutnya, Perumdam membagi penanganan kondisi darurat menjadi empat fase, yakni normal, waspada, siaga, dan kritis.
"Saat ini kita sudah memasuki fase siaga," kata Kaharuddin.
Kondisi tersebut ditandai meningkatnya kadar klorida di sejumlah sumber air baku. Di antaranya terjadi di IPA Pulau Atas, IPA Palaran, IPA Sungai Kapur, dan IPA Kalhol.
Kaharuddin menjelaskan, Perumdam memantau dua indikator utama dalam menghadapi kondisi tersebut. Indikator itu meliputi perubahan debit sungai dari hulu dan peningkatan kadar klorida di Sungai Mahakam.
"Debit dari hulu lebih kecil, kemudian dorongan dari laut lebih besar sehingga intrusi terjadi," katanya. Kamis 27 Agustus 2026
Untuk memastikan kondisi air baku, Perumdam telah membentuk posko pemantauan. Tim di setiap instalasi pengolahan air juga melakukan pemeriksaan kadar klorida secara berkala.
Pemantauan bahkan dilakukan setiap 15 menit untuk memastikan kualitas air baku tetap memenuhi standar pengolahan.

Memasuki fase siaga, sejumlah IPA mulai mengurangi operasional produksinya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Perumdam juga mengimbau masyarakat menampung air di rumah selama pasokan masih mengalir. Langkah tersebut untuk mengantisipasi apabila kondisi air baku semakin menurun.
Jika stok air tidak tersedia, Perumdam menyiapkan posko pengisian air di sejumlah IPA. Seluruh IPA juga memiliki terminal khusus untuk pengambilan air oleh masyarakat.
Kaharuddin menambahkan, pengaturan produksi dilakukan berdasarkan jika kadar garam dalam air atau 3kadar klorida air baku sudah mencapai batas 250. Jika kadar klorida berada di atas 250 ppm, produksi akan dikurangi untuk menjaga stok.
Sebaliknya, produksi kembali dinormalkan ketika kadar klorida berada di bawah 250 ppm. Perumdam juga akan menampung air di reservoir sebagai cadangan.
Wilayah yang dinilai paling rentan mengalami gangguan distribusi meliputi Pulau Atas, Palaran, Makroman, Bentuas, dan kawasan sekitarnya.
Sementara itu, proses pengolahan air secara umum masih mengikuti standar operasional prosedur. Namun, kondisi air baku saat ini cenderung lebih keruh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....