Media Sosial Jadi Ruang Edukasi Anti Narkoba
- 21 Agt 2026 10:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, SAMARINDA - Edukasi tentang bahaya narkoba perlu mengikuti era masa kini. Pesan yang terlalu formal dinilai belum tentu mudah diterima, sehingga kreativitas dan pemanfaatan media sosial menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau remaja.
Winner Duta Anti Narkoba Kota Samarinda 2026, Aisiyah Aqilah mengatakan penyampaian edukasi perlu menyesuaikan perkembangan zaman. Generasi muda saat ini sangat dekat dengan media sosial sehingga platform tersebut dapat digunakan sebagai ruang edukasi.
“Enggak mungkin kita harus formal terus. Apalagi kita sebagai duta mengarah ke remaja. Remaja tuh enggak suka yang secara formal,” ujar Aisiyah, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Materi edukasi dapat dikemas dalam bentuk konten yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian remaja. Dengan pendekatan tersebut, pesan mengenai bahaya narkoba diharapkan tidak terasa seperti materi sosialisasi.
Talita Qotrunnada Salsabila, Runner Up 2 Duta Anti Narkoba Kota Samarinda 2026 menilai sosialisasi dapat dibuat lebih interaktif, misalnya dengan permainan atau pertanyaan yang melibatkan audiens.
“Audiens tuh pasti bakal mendengarkan. Nah, selama dia mendengarkan itu berarti kan dia bakal fokus dan juga dia bakal masuk gitu ke otaknya kayak bahaya narkoba itu apa,” kata Talita kepada RRI Pro4 Samarinda.
| Baca juga: Hijrah Digital Lawan Budaya Flexing |
Keduanya juga melihat media sosial sebagai sarana untuk menjangkau teman sebaya. Pesan dapat dikemas mengikuti tren yang sedang berkembang tanpa kehilangan substansi edukasinya.
Setelah terpilih sebagai Duta Anti Narkoba Kota Samarinda 2026, keduanya berencana memanfaatkan media sosial secara lebih aktif. Mereka juga ingin mengadakan sosialisasi ke sekolah dan menggunakan fitur siaran langsung untuk menghadirkan narasumber lain, termasuk psikolog dan duta lainnya.
Talita menyebut mereka memiliki target untuk menjaga media sosial tetap aktif dengan konten edukasi. “Paling enggak kalau misalnya satu minggu tuh kita dua kali update,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menjadi upaya agar kampanye antinarkoba tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Dengan memanfaatkan ruang digital yang dekat dengan kehidupan anak muda, pesan pencegahan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....