HUT Ke-81 RI di tengah Bencana, Warga Reok Bangkit dari Pengungsian

  • 19 Agt 2026 06:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusa Tenggara Timur - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tahun ini berlangsung dalam suasana berbeda. Gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 membawa duka dan ketidakpastian bagi masyarakat setempat.

Dikutip dari laman Presidenri.go.id, Selasa 18 Agustus 2026, di tengah reruntuhan bangunan dan kehidupan di pengungsian, tumbuh harapan baru yang menguatkan warga untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.

Salah seorang guru di Kelurahan Mata Air, Yuyun Sari, harus mengubur rencana merayakan Hari Kemerdekaan bersama murid-muridnya. Guncangan gempa merobohkan rumahnya. Bahkan, sebuah lemari ambruk dan menutup akses pintu sehingga Yuyun harus menyelamatkan diri melalui bagian tembok yang runtuh.

"Hampir saja saya tertindih lemari, tetapi saya keluar bukan lewat pintu karena pintu sudah terhalang lemari. Saya keluar lewat tembok yang roboh," ujar Yuyun.

Trauma dan kehilangan membuat Yuyun bersama keluarganya meninggalkan rumah tanpa sempat membawa barang berharga. Mereka hanya menyelamatkan diri dari bangunan yang telah roboh.

"Langsung ke sini tanpa membawa satu apa pun. Langsung lari. Uang apa pun tidak ada yang kami ingat, langsung lari saja. Kami mau pulang ke mana? Karena rumah kami sudah roboh," katanya.

Di tengah keterbatasan, bantuan pemerintah, termasuk bantuan yang diserahkan Presiden Prabowo Subianto, menjadi sumber harapan bagi para pengungsi.

Bantuan berupa kebutuhan pokok, seperti beras dan ikan sarden, tidak hanya meringankan beban warga secara fisik, tetapi juga menjadi simbol bahwa masyarakat terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.

Kehadiran pemerintah di tengah kondisi sulit turut memberikan kekuatan moral bagi warga, termasuk Destria dan Hendrik yang juga merasakan dampak gempa.

Masyarakat berharap perhatian dan bantuan terus berlanjut sehingga proses pemulihan dapat segera dilakukan dan kehidupan kembali normal.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Reok tahun ini menghadirkan makna yang sederhana, tetapi mendalam. Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan dan berbagai atraksi, melainkan juga tentang rasa aman untuk kembali ke rumah, kesempatan untuk memulai kehidupan dari awal, serta keyakinan bahwa bangsa Indonesia hadir dan bersama-sama menghadapi setiap cobaan.

Dari tenda-tenda pengungsian di Reok, doa dan harapan untuk Indonesia yang jaya, makmur, dan damai tetap menggema.

Di tengah masa sulit, semangat kemerdekaan terus hidup. Semangat tersebut menumbuhkan keyakinan bahwa dari reruntuhan akibat bencana akan lahir kekuatan baru untuk membangun kembali kehidupan.

Bagi masyarakat Reok, inilah esensi kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu harapan yang tetap tumbuh di tengah pengungsian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....