Kolaborasi KKN Hadirkan Solusi Gizi Berbasis Potensi Lokal
- 18 Agt 2026 11:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kukar - Kelompok KKN 52 Amerta Mahakam Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) berkolaborasi mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal di Posyandu Apel, Desa Sungai Mariam, Jumat 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui demonstrasi pembuatan makanan bergizi berupa nugget berbahan dasar ikan lele dan mie bayam. Kegiatan melibatkan ibu-ibu setempat sebagai upaya memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengolah bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Perwakilan KKN Amerta Mahakam dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Laurensia Meylanie Tanudjaja, mengatakan ikan lele dipilih karena mudah diperoleh dan banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Sungai Mariam.
“Di Desa Sungai Mariam, banyak ternak lele dan ikan ini mudah dijangkau oleh orang-orang desa. Selain itu, protein dari ikan lele sangat bagus untuk anak-anak yang terindikasi stunting,” ujar Laurensia.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak selalu membutuhkan bahan pangan yang mahal. Pemanfaatan potensi pangan lokal justru dapat menjadi solusi yang lebih mudah diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.
“Harapannya, melalui demonstrasi yang kita lakukan, kiranya apa yang kita coba lakukan bisa menjadi contoh supaya warga desa lebih sadar bahwa pencegahan stunting bisa dilakukan melalui hal-hal simple, dengan bahan-bahan yang bisa kita peroleh dari potensi lokal desa,” katanya.
Sementara itu, Ketua KKN STIKSAM, Ahmad Fahda Nur, menjelaskan kolaborasi antarkelompok KKN dilakukan untuk melengkapi unsur gizi dalam makanan yang diperkenalkan kepada masyarakat.
“Dari Unmul mengembangkan produk berupa nugget atau protein dari ikan lele, kalau dari STIKSAM merupakan karbohidrat dan serat dari mie bayam. Metode masak-masak itu sendiri adalah pengalaman yang disukai ibu rumah tangga. Ketika mereka belajar sambil melakukan, pembelajaran itu melekat lebih dalam,” jelas Ahmad.
Selain demonstrasi pengolahan makanan bergizi, kegiatan di Posyandu Apel juga diisi dengan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi penimbangan bayi, pengukuran tinggi badan, serta pengecekan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah bagi masyarakat lanjut usia.
Ketua Posyandu Apel, Haji Noor Syamsiah, mengapresiasi keterlibatan KKN Unmul, UNU, dan STIKSAM dalam mendukung kegiatan di posyandu.
“Alhamdulillah, dari KKN Unmul, UNU, STIKSAM semuanya membantu kita. Terima kasih untuk pelengkapan-pelengkapannya, ada hikmahnya bagi kami, dari masyarakat juga,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada demonstrasi semata, tetapi dapat mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Melalui keterampilan yang diperoleh, ibu-ibu di Desa Sungai Mariam diharapkan dapat mengolah ikan lele menjadi menu yang menarik dan bergizi bagi anak.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pencegahan stunting berbasis potensi lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....