STITEK Bontang Terapkan Oven Pengering Ikan Asin Berbasis PLTS
- 14 Agt 2026 17:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang menerapkan teknologi tepat guna berupa oven pengering ikan asin berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada Kelompok Nelayan Pa’Ristan di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini bertujuan menghadirkan solusi teknologi untuk membantu masyarakat pesisir meningkatkan kualitas dan produktivitas pengolahan hasil perikanan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari pada awal Juli 2026 lalu dengan rangkaian agenda berupa pembukaan, pendampingan mitra, serah terima alat, pelatihan penggunaan teknologi, hingga praktik langsung pengoperasian oven pengering ikan asin berbasis energi terbarukan.
Pada hari pertama, tim pengabdian melakukan koordinasi bersama Kelompok Nelayan Pa’Ristan serta menghadirkan perwakilan Kelurahan Tanjung Laut Indah sebagai bentuk dukungan pemerintah wilayah terhadap program pemberdayaan masyarakat tersebut.
Dalam kegiatan pendampingan, tim STITEK Bontang memberikan pemahaman mengenai manfaat teknologi oven pengering berbasis PLTS, tata cara penggunaan alat, serta langkah pemeliharaan agar teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh kelompok nelayan.
Agenda penting lainnya adalah serah terima oven pengering ikan asin berbasis PLTS dari tim pengabdian kepada Kelompok Nelayan Pa’Ristan. Penyerahan teknologi tersebut dilakukan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) sebagai bukti bahwa alat telah resmi diterima dan siap digunakan oleh mitra.
Teknologi oven pengering berbasis PLTS ini dirancang untuk menjawab permasalahan nelayan yang selama ini masih bergantung pada kondisi cuaca dalam proses pengeringan ikan asin. Dengan teknologi tersebut, proses pengeringan dapat dilakukan secara lebih terkontrol, higienis, serta mampu mengurangi risiko kerusakan produk akibat perubahan cuaca.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik penggunaan alat secara langsung. Anggota Kelompok Nelayan Pa’Ristan diberikan pendampingan mulai dari tahap persiapan bahan baku, pengaturan proses pengeringan, pemantauan sistem kerja alat, hingga prosedur pengoperasian dan penghentian penggunaan oven.
Selain pelatihan penggunaan oven, mitra juga mendapatkan pengetahuan mengenai sistem PLTS sebagai sumber energi utama. Pendampingan tersebut bertujuan agar masyarakat mampu memahami fungsi setiap komponen teknologi dan dapat melakukan pengelolaan alat secara mandiri.
Ketua tim pengabdian STITEK Bontang, Martati, mengatakan penerapan teknologi tidak hanya berhenti pada pemberian alat, tetapi harus disertai dengan pendampingan agar masyarakat mampu mengembangkan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
“Kami berharap teknologi oven pengering berbasis PLTS ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Kelompok Nelayan Pa’Ristan. Selain memberikan solusi terhadap permasalahan proses pengeringan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Martati.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Pa’Ristan mengapresiasi dukungan STITEK Bontang melalui penerapan teknologi pengering berbasis energi terbarukan tersebut. Menurutnya, alat ini menjadi solusi bagi nelayan yang selama ini menghadapi kendala dalam proses pengeringan ikan asin, terutama ketika cuaca tidak mendukung.
“Dengan adanya oven pengering berbasis PLTS ini, kami merasa sangat terbantu karena proses pengeringan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada panas matahari. Kami berharap teknologi ini dapat meningkatkan kualitas ikan asin yang kami hasilkan dan membantu meningkatkan pendapatan anggota kelompok nelayan,” katanya.
Melalui program pengabdian ini, STITEK Bontang menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok nelayan diharapkan terus berkembang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....