Karhutla Mengintai Kukar, Belasan Kecamatan Terpapar Titik Api
- 14 Agt 2026 17:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kukar — Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kondisi cuaca kering dan angin kencang membuat potensi kebakaran meningkat di sejumlah wilayah. Jum’at, 14 Agustus 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kukar mencatat titik kebakaran muncul hampir setiap hari. Kondisi tersebut terjadi seiring mengeringnya lahan gambut setelah sekitar 15 hari tanpa hujan.
Sekretaris BPBD Kukar Aspianur Sandi mengatakan, wilayah Kukar saat ini mulai memasuki periode menuju puncak musim kemarau. Berdasarkan koordinasi dengan BNPB dan BMKG, kondisi kering diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.
“BMKG memperkirakan kondisi ini berlangsung sampai sekitar Oktober. Setelah itu kondisi mulai berangsur turun pada November dan Desember 2026,” kata Aspianur.
Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang menjadi perhatian saat ini berada di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. Penanganan dilakukan tim gabungan karena lokasi tersebut membutuhkan waktu tempuh hingga tiga jam melalui jalur darat.
“Tim gabungan dari Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, serta bantuan personel perusahaan dikerahkan untuk menangani titik yang membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pencegahan BPBD Kukar Mohd Farid menyebut sebagian besar karhutla di Kukar dipicu aktivitas manusia. Kelalaian warga dalam membakar sampah maupun membuka lahan menjadi salah satu penyebab utama kebakaran.
“Sekitar 99 persen kasus karhutla di Kukar dipicu kelalaian manusia. Masih banyak warga menggunakan cara instan dengan membakar sampah atau membuka lahan,” ujar Farid.
Data BPBD menunjukkan kebakaran dalam sebulan terakhir terjadi di sejumlah kecamatan. Wilayah dengan kejadian cukup tinggi antara lain Muara Jawa, Muara Badak, Samboja, Kota Bangun, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang.
Secara keseluruhan, sekitar 14 kecamatan telah terpantau mengalami kejadian karhutla. Wilayah tersebut termasuk Marangkayu, Loa Janan, Loa Kulu, serta Samboja Barat.
Farid mencontohkan kebakaran di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang. Lahan gambut sekitar dua hektare terbakar setelah aktivitas pembakaran sampah ditinggalkan tanpa pengawasan.
Kebakaran juga sempat terjadi di kawasan lindung Bukit Soeharto, Kecamatan Loa Janan. Tim gabungan harus bekerja hingga malam untuk memastikan api tidak kembali meluas.
BPBD Kukar mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka selama kondisi cuaca masih kering. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting karena api di lahan gambut dapat cepat meluas dan sulit dipadamkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....