Menjaga Keseimbangan Jiwa Manusia Melalui Hati, Akal, dan Nafsu

  • 14 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah perkembangan zaman, manusia sering mendefinisikan keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan sesuatu yang tampak secara lahiriah, seperti pencapaian materi, status sosial, dan standar duniawi. Namun, dalam ajaran agama Islam, keselamatan sejati tidak hanya diukur dari aspek tersebut.

Keselamatan sejati seorang muslim adalah kondisi jiwa manusia yang mampu menjaga keseimbangan antara hati, akal, dan nafsu. Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Khozin dalam siaran Mutiara Pagi RRI.

"Manusia yang sehat dan selamat adalah manusia yang mampu menyeimbangkan, menyelaraskan tiga unsur utama di dalam dirinya, yaitu qolb atau qolbun atau hati, akal, dan juga nafs atau jiwa atau dorongan nafsu," kata Ustaz Khozin.

Menurutnya, Islam telah memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana manusia dapat mencapai kehidupan yang sehat dan selamat melalui pengelolaan tiga unsur utama dalam dirinya. Unsur pertama dan paling utama adalah qolbun atau hati. Hati bukan sekedar sebagai organ tubuh, tetapi menjadi pusat spiritual tempat bersemayamnya kesadaran kepada Allah SWT serta fitrah kesucian manusia. Melalui hati, manusia mampu merasakan kebenaran dan membedakan antara yang baik dan buruk.

Selain hati, unsur penting lainnya adalah akal. Ustaz Khozin menerangkan bahwa akal merupakan anugerah Allah SWT yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan akal, manusia mampu berpikir, menganalisis, mengembangkan ilmu pengetahuan, melakukan penelitian, serta memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

"Menurut Imam Alghazali akal yang sehat seharusnya terhubung langsung dan tunduk di bawah arahan kalbu atau hati," ujarnya.

Unsur yang ketiga yaitu nafs atau dorongan jiwa. Dalam Islam, nafsu bukan sesuatu yang harus dimatikan, melainkan harus dikendalikan dan diarahkan sesuai dengan ajaran agama. Dorongan seperti makan, minum, dan kebutuhan biologis merupakan bagian dari kehidupan manusia selama mampu dikelola dengan baik.

Ia mengingatkan bahwa di era modern, berbagai godaan dan kemaksiatan semakin mudah ditemukan sehingga manusia harus memiliki kemampuan mengendalikan hawa nafsu. Dengan keseimbangan tersebut, akan lahir pribadi yang jujur, amanah, berintegritas, adil, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....