Cinta kepada Allah Menjadi Sumber Ketenangan Sejati

  • 14 Agt 2026 19:45 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Merasa nyaman, tenteram, betah, dan bahagia ketika mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan nikmat yang hakiki. Ketenangan itu dapat dirasakan ketika seseorang melaksanakan salat dengan khusyuk, membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, serta berada di masjid untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Kamis 13 Agustus 2026, Habib Fahmi bin Hamid Assegaf menjelaskan bahwa mencintai atau tertarik kepada lawan jenis merupakan perasaan manusiawi yang tidak dilarang dalam Islam. Namun, perasaan tersebut harus disalurkan melalui cara yang sesuai dengan syariat, termasuk melalui pernikahan yang diawali dengan proses taaruf dan tetap memperhatikan batasan antara laki-laki dan perempuan.

Menurutnya, ketertarikan terhadap fisik seseorang merupakan hal yang wajar. Namun, menjadikan penampilan sebagai fondasi utama dalam membangun rumah tangga dinilai berisiko karena kondisi fisik dapat berubah seiring waktu. Karena itu, agama, akhlak, dan kepribadian seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memilih pasangan.

Islam memang membolehkan seseorang mempertimbangkan faktor fisik dalam memilih pasangan. Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya ukuran. Pasangan yang memiliki agama dan akhlak yang baik diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga, sehingga dapat menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam keluarga.

“Hati yang benar-benar bergantung hanya kepada Allah akan menemukan ketenangan yang sempurna. Allah adalah Zat yang Maha Kekal, Maha Indah, dan Maha Penyayang yang tidak pernah berubah,” ujar Habib Fahmi.

Ia menambahkan, manusia dan segala sesuatu yang bersifat duniawi dapat mengalami perubahan. Karena itu, seorang muslim dianjurkan menggantungkan hati kepada Allah, bukan kepada pujian manusia, penampilan, harta, maupun hiburan yang sifatnya sementara. Menurutnya, membaca Al-Qur’an dan berdzikir seharusnya menjadi bagian penting dalam mencari ketenangan hati.

Habib Fahmi juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan ketika menghadapi persoalan kehidupan. Ia mengutip nasihat Al Habib Ali Al Habsyi bahwa kegelisahan, kesedihan, dan kemarahan semestinya mendorong seseorang untuk mendekat kepada Al-Qur’an, bukan menjauhinya.

“Al Habib Ali Al Habsyi pernah mengingatkan, aneh rasanya jika ada orang yang gelisah, sedih, marah, tetapi enggan membaca Al-Qur’an. Padahal Al-Qur’an adalah obat dari segala penyakit hati dan jiwa,” katanya.

Menurut Habib Fahmi, kecintaan kepada Al-Qur’an menunjukkan kedekatan hati seorang muslim kepada Allah. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan cinta kepada Allah sebagai fondasi utama kehidupan agar hati tidak mudah goyah oleh berbagai persoalan dunia yang bersifat sementara. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, ketenangan dan kebahagiaan diharapkan dapat hadir dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....