Istiqamah Berwudu Disebut Jadi Jalan Mendekatkan Diri

  • 12 Agt 2026 09:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo – Menjaga wudu tidak hanya berkaitan dengan persiapan melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana membentuk kebiasaan hidup yang lebih dekat dengan Allah Ta’ala. Umat Islam dianjurkan mempertahankan kesucian dan memperbanyak amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari kanal YouTube Nabawi TV, Selasa 11 Agustus 2026. Ustaz Habib Muhammad Alhabsy menjelaskan bahwa wudu merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang mukmin dalam menjaga diri dari godaan setan. Menurutnya, wudu yang dipertahankan dalam keadaan masih suci juga memiliki keutamaan berupa tambahan pahala.

“Wudu adalah senjatanya orang beriman, senjata yang menyempitkan potensi setan untuk mendekati kita,” ujar Habib Muhammad Alhabsy. Ia mengisahkan Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili yang memberikan amalan kepada seseorang yang ingin mempelajari ilmu kimia, yakni berwudu setiap kali berhadas dan melaksanakan salat sunah dua rakaat secara istiqamah.

Setelah satu tahun menjalankan amalan tersebut, orang itu disebut mengalami perubahan besar. Dalam kisah yang disampaikan, ketika menimba air dari sumur, yang didapat justru emas dan perak. Namun, perubahan yang paling penting bukanlah pada benda yang diperolehnya, melainkan pada hatinya yang semakin dekat kepada Allah.

Menurut Habib Muhammad Alhabsy, kebiasaan berkumpul dengan orang-orang saleh, menjaga wudu, dan istiqamah melaksanakan ibadah dapat mengubah orientasi seseorang. Orang tersebut yang semula mengejar kekayaan akhirnya justru merindukan kedekatan dengan Allah dan kemudian menjadi dai yang mengajak masyarakat ke jalan kebaikan.

Ia kemudian mengaitkan kisah tersebut dengan karamah yang diberikan Allah kepada sebagian hamba-Nya yang saleh. Dalam penjelasannya, ia menyebut kisah Siti Maryam yang mendapatkan makanan di luar musimnya serta kisah Ashabul Kahfi yang tertidur dalam waktu sangat panjang. Ia juga menyampaikan kisah Asif bin Barhaya pada masa Nabi Sulaiman AS yang dalam Al-Qur'an disebut memiliki pengetahuan dari kitab sehingga mampu menghadirkan singgasana dalam waktu singkat.

Habib Muhammad Alhabsy menambahkan, sejumlah ulama menyebut “Ya Hayyu Ya Qayyum” dan “Ya Dzal Jalali wal Ikram” sebagai bagian dari lafaz yang berkaitan dengan ismullahil a’zam. Dalam berdoa, umat Islam dianjurkan memuji Allah, bersyukur atas nikmat-Nya, serta berselawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum dan sesudah memanjatkan permohonan. “Awali doa dengan memuji Allah dan berterima kasih atas nikmat-Nya, baru kemudian meminta hajat. Insya Allah, doa tersebut akan dikabulkan dengan cara yang terbaik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....