Mencegah Hoaks, Provokasi, dan Perpecahan Bangsa di Era Digital
- 10 Agt 2026 12:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pesatnya perkembangan teknologi informasi di era digital membawa tantangan tersendiri bagi keutuhan berbangsa. Maraknya penyebaran berita bohong (hoaks), konten provokatif, serta ujaran kebencian di media sosial berpotensi merusak keharmonisan dan persatuan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.
Ustaz A.M. Nur Hasan Binta mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial. Ia menyebut bahwa tindakan mengadu domba dan memicu permusuhan merupakan sifat jahat yang bertentangan dengan ajaran agama.
Masyarakat diminta untuk senantiasa bersikap kritis dan melakukan verifikasi (tabayyun) sebelum menyebarkan sebuah informasi. Dengan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), pemalsuan berita dan video makin mudah dilakukan sehingga dibutuhkan ketelitian ekstra dari para pengguna internet.
"Inilah yang harus kita hindari. Jangan sampai kita termakan oleh hoak-hoak atau apapun yang ada di media sosial karena sekarang mudah sekali untuk membuat video-video dan berita-berita yang hoak itu. Apalagi ada AI dan seterusnya ya. Jadi, sikap kita untuk menanggulangi provokasi-provokasi memang harus kita tingkatkan,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Senin 10 Agustus 2026.
Lebih jauh, ia mendorong umat muslim untuk mengubah media sosial menjadi ladang pahala. Konten-konten positif, ajakan kebaikan, serta narasi persatuan yang diunggah ke media sosial akan bernilai sebagai pahala jariah yang mengalir secara berkesinambungan.
Sebaliknya, menyebarkan narasi provokasi, fitnah, atau informasi hoaks yang menimbulkan perpecahan di masyarakat hanya akan membuahkan dosa jariah yang memberatkan pembuat dan penyebarnya di akhirat kelak.
"Kalau hoak-hoak, berita-berita provokasi, adu domba, dan seterusnya kita teruskan kepada orang lain atau kita share di medsos, itu juga menjadi dosa jariah. Jadi kita pergunakan medsos dengan sebaik mungkin. Kita pilih-pilih dulu mana yang baik, baru kita teruskan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....