Cara Bijak Mensyukuri Kemerdekaan tanpa Melanggar Syariat

  • 10 Agt 2026 12:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kerap diwarnai dengan berbagai agenda kemeriahan di seluruh pelosok negeri. Mulai dari pemasangan bendera merah putih, umbul-umbul, hingga berbagai lomba. Namun, di balik kemeriahan tersebut, umat Islam diimbau untuk tetap menjaga etika dan norma agama dalam mengekspresikan rasa syukur atas kemerdekaan.

Ustaz A. M. Nur Hasan Binta dari Kemenag Kota Samarinda mengingatkan, kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan buah dari pengorbanan jiwa, raga, dan darah para pahlawan serta syuhada bangsa.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan adalah dengan memperbanyak amal saleh dan mendoakan para pejuang yang telah gugur. Berbagai kegiatan positif seperti tasyakuran, zikir bersama, membaca Al-Qur'an, bertahlil, serta bersedekah sangat dianjurkan untuk dihadiahkan kepada para pahlawan di alam barzakh.

"Saya mengajak kepada semua saudara-saudariku bangsa Indonesia untuk mensyukuri nikmat Allah ini, nikmat kemerdekaan Republik Indonesia, dengan sebaik-baiknya. Kita rayakan, kita peringati, kita adakan doa-doa berzikir untuk para pahlawan, untuk mereka yang sudah gugur di medan perang dalam melawan para penjajah demi kemerdekaan ini,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Senin 10 Agustus 2026.

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menghias lingkungan tempat tinggal serta kantor-kantor dengan nuansa merah putih. Kendati demikian, ia memberikan peringatan keras agar perayaan ini tidak dirusak oleh tindakan-tindakan maksiat atau pelanggaran aturan hukum dan norma agama.

"Tentu janganlah kita berlebihan karena seremonial perayaan Agustusan. Kita jaga para pahlawan yang mayoritas sudah di alam barzakh. Mereka yang sudah mendahului kita. Tentunya berharap kita semuanya yang diwarisi republik ini untuk bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Mengutip Surah Ibrahim ayat 7, ia mengingatkan janji Allah Swt bahwa bersyukur akan mendatangkan tambahan nikmat. Sebaliknya, jika nikmat kemerdekaan dikufuri dengan perbuatan maksiat dan kelalaian, maka ancaman azab yang pedih dari Allah Swt dapat menimpa suatu bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....