LPG Subsidi di Mahulu Tembus Rp100 Ribu Akibat Kemarau
- 06 Agt 2026 06:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Mahakam Ulu – Kemarau yang melanda Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menyebabkan harga LPG subsidi 3 kilogram melonjak hingga Rp100 ribu per tabung. Kenaikan dipicu terganggunya distribusi karena debit Sungai Mahakam terus menurun sehingga akses pengangkutan logistik menjadi terbatas.
Sungai Mahakam merupakan satu-satunya jalur utama distribusi barang menuju wilayah perbatasan tersebut. Namun, kondisi sungai yang semakin dangkal membuat kapal bermuatan kesulitan melintas, sehingga pasokan LPG bersubsidi tidak dapat dikirim secara normal.
Akibat terbatasnya pasokan, kelangkaan LPG mulai dirasakan masyarakat. Harga yang biasanya berada di kisaran harga eceran kini melonjak hampir lima kali lipat, membuat banyak warga kesulitan memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.
Seorang warga Mahakam Ulu, Martina, mengatakan kelangkaan gas telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, selain sulit ditemukan, harga LPG juga terus meningkat sehingga tidak lagi terjangkau oleh sebagian besar masyarakat.
"Kami sekarang susah mendapatkan gas. Kalau pun ada, harganya bisa sampai Rp100 ribu per tabung. Akhirnya banyak warga kembali memakai kayu bakar untuk memasak," ujarnya.
Kondisi tersebut memaksa sebagian besar masyarakat kembali menggunakan kayu bakar sebagai sumber energi utama untuk memasak. Cara tradisional itu menjadi pilihan karena lebih mudah diperoleh dibandingkan LPG yang semakin langka.
Tidak hanya LPG, kemarau yang menyebabkan penurunan debit Sungai Mahakam juga berpotensi mengganggu distribusi berbagai kebutuhan pokok lainnya. Apabila kondisi ini terus berlangsung, masyarakat khawatir harga bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari akan ikut mengalami kenaikan.
Warga berharap pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah penanganan, termasuk menyiapkan alternatif distribusi logistik ke wilayah perbatasan selama jalur sungai belum dapat dilalui secara optimal. Upaya tersebut dinilai penting agar pasokan barang tetap terjaga dan beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.
Kemarau yang berkepanjangan di kawasan hulu Mahakam kembali menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi sungai. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya strategi distribusi alternatif bagi wilayah-wilayah terpencil agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi saat terjadi gangguan akses transportasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....