Nuansa Masjid Tionghoa Warnai Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Anggana

  • 30 Jul 2026 19:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kukar - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-16 Tingkat Kecamatan Anggana menghadirkan nuansa yang berbeda tahun ini. Desa Sungai Mariam selaku tuan rumah menyulap arena utama di Lapangan Masjid Ar-Riyadhah dengan dekorasi bertema Masjid Tionghoa yang didominasi warna merah dan ornamen khas sebagai simbol kerukunan serta keberagaman masyarakat pada Selasa, 28 Juli 2026.

MTQ yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti delapan kafilah dari Desa Sungai Mariam, Anggana, Kutai Lama, Tani Baru, Sidomulyo, Sepatin, Muara Pantuan, dan Handil Terusan. Para peserta berkompetisi pada berbagai cabang, mulai dari seni baca Al-Qur'an, hafalan Al-Qur'an, Musabaqah Fahmil Qur'an, Musabaqah Syarhil Qur'an, pildacil, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur'an dan hadis.

Kepala Desa Sungai Mariam yang juga Ketua Panitia MTQ ke-16, Indra Lesmana, mengatakan pihaknya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Sungai Mariam sebagai penyelenggara MTQ tingkat Kecamatan Anggana tahun ini.

"Alhamdulillah, tahun ini Desa Sungai Mariam dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kecamatan Anggana. Ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab yang kami sambut dengan penuh semangat bersama seluruh masyarakat," kata Indra Lesmana.

Pria yang akrab disapa Olonk itu menuturkan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ. Semangat gotong royong terlihat sejak tahap persiapan hingga pembukaan kegiatan.

"Antusias masyarakat sangat luar biasa. Mereka bergotong royong, bekerja bersama dengan penuh semangat, sehingga pelaksanaan MTQ terasa penuh haru dan menghadirkan suasana religius yang begitu kuat," ujarnya.

Menurut Olonk, konsep Masjid Tionghoa sengaja dipilih bukan sekadar menghadirkan tampilan yang berbeda, melainkan sebagai pesan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga.

"Kami ingin mengangkat nilai toleransi. Karena itu panggung dan dekorasi dibuat dengan konsep Masjid Tionghoa sebagai simbol bahwa masyarakat dengan latar belakang yang beragam dapat hidup berdampingan dalam harmoni. Melalui MTQ ini kami ingin menyampaikan pesan bahwa Islam membawa nilai kedamaian dan menghargai keberagaman," ucapnya.

Ia menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan MTQ tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, perusahaan, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Mulawarman dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur yang tergabung dalam kelompok Amerta Mahakam juga turut ambil bagian. Mereka membantu berbagai kebutuhan teknis, mulai dari persiapan perlengkapan, koordinasi pelaksanaan, hingga mendukung jalannya perlombaan selama MTQ berlangsung.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-16 ini, Pemerintah Desa Sungai Mariam berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat Kecamatan Anggana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....