Tata Cara Shalat Tasbih Lengkap Beserta Bacaan dan Keutamaannya Menurut Ulama
- 24 Jul 2026 07:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Shalat Tasbih merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh banyak ulama. Ibadah ini dinamakan shalat tasbih karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang diulang sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Di Indonesia, sebagian umat Islam menjadikan shalat ini sebagai amalan pada 10 malam terakhir Ramadan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Kesunnahan Shalat Tasbih didasarkan pada hadis riwayat Abu Rafi' yang menceritakan Rasulullah SAW mengajarkan shalat tersebut kepada paman beliau, Abbas bin Abdul Muthalib. Dikutip dari NU Online, Kamis 23 Juli 2026, meskipun hadis tersebut dinilai dhaif oleh sebagian ulama, sejumlah ulama mazhab Syafi'i seperti Abu Muhammad Al-Baghawi dan Abul Mahasin Ar-Rayani tetap menetapkan hukumnya sebagai sunnah. Pendapat itu juga dijelaskan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkâr.
Bahkan Imam As-Subki menilai Shalat Tasbih memiliki keutamaan yang besar. Menurutnya, seseorang yang mengetahui keutamaannya tetapi sengaja meninggalkannya berarti telah meremehkan salah satu amalan yang dianjurkan dalam agama.
Shalat Tasbih dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam, selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat. Imam Nawawi menjelaskan, pada malam hari shalat ini lebih utama dikerjakan dua rakaat-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Sementara pada siang hari dapat dilakukan dua rakaat atau langsung empat rakaat dengan satu salam.
Secara umum tata cara Shalat Tasbih sama seperti shalat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada tambahan bacaan tasbih, yaitu:
"Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar."
| Baca juga: IKN Dipadati Pengunjung Libur Paskah |
Dalam kitab Ihya' Ulumiddin, bacaan tersebut ditambah dengan kalimat:
"Wa la haula wa la quwwata illâ billâh."
Jumlah bacaan tasbih dalam setiap rakaat adalah 75 kali, sehingga total mencapai 300 kali dalam empat rakaat. Rinciannya yakni 15 kali setelah membaca surah sebelum rukuk, masing-masing 10 kali saat rukuk, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan duduk istirahat sebelum berdiri ke rakaat berikutnya. Pada rakaat kedua dan keempat, setelah membaca tasyahud dianjurkan membaca tasbih 10 kali sebelum mengucapkan salam.
Para ulama menganjurkan agar Shalat Tasbih dilakukan dengan penuh kekhusyukan serta memahami makna zikir yang dibaca, bukan sekadar menghitung jumlah bacaan. Ibadah ini dapat dikerjakan sendiri maupun berjamaah, terutama pada bulan Ramadan sebagai salah satu bentuk memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, shalat tidak hanya menjadi rangkaian gerakan fisik, tetapi juga menjadi sarana melatih hati untuk senantiasa mengingat Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....