Evaluasi Diri sebelum Beramal Dimulai dengan Meluruskan Niat

  • 19 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Melakukan evaluasi diri sebelum beramal menjadi salah satu langkah penting agar setiap ibadah dan perbuatan bernilai di sisi Allah. Salah satu bentuk evaluasi diri yang pertama adalah meluruskan niat.

Menurut Ustaz Rahmad dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur dalam program Mutiara Pagi RRI, seorang muslim hendaknya tidak terburu-buru melakukan suatu amalan tanpa terlebih dahulu mengoreksi niat, kemampuan, serta manfaat dari perbuatan yang akan dilakukan. Setiap amal perbuatan harus diawali dengan tekad yang bersih dan keikhlasan semata-mata karena Allah.

"Innama amalu binniat. Segala sesuatunya itu diawali dengan niat. Alhan radhiallahuanhu berkata, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada seorang hamba yang berhenti pada tekadnya untuk melakukan introspeksi diri. Jika yang akan dilakukan karena Allah, ia melanjutkannya. Jika bukan karena Allah, ia mundur dan mengurungkannya," kata Ustaz Rahmad.

Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah menegaskan pentingnya niat dalam setiap amal. Menurutnya, apabila niat seseorang telah ikhlas karena Allah SWT, maka amalan tersebut layak dilanjutkan. Sebaliknya, apabila niat belum lurus, seseorang sebaiknya menghentikan langkahnya sejenak untuk memperbaiki hati dan membulatkan kembali tekad agar amal yang dilakukan tidak menjadi sia-sia.

Ustaz Rahmad juga mengutip sebuah hadis riwayat Tabrani yang menjelaskan bahwa pada akhir zaman manusia akan terbagi menjadi beberapa golongan berdasarkan tujuan mereka beribadah. Ada yang beribadah dengan penuh keikhlasan, ada yang melakukannya karena riya atau ingin dipuji, dan ada pula yang beribadah demi memperoleh keuntungan duniawi. Menurutnya, hanya amal yang dilandasi keikhlasan yang akan diterima dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah.

"Begitu pentingnya dalam kita sebuah amal perbuatan itu harus dilandasi dengan niat yang benar. Niat ikhlas karena Allah Taala. Ini poin pertama sebagai bentuk evaluasi diri," ujarnya.

Selain niat, evaluasi berikutnya adalah menilai kemampuan diri dalam melaksanakan suatu amalan. Ustaz Rahmad mengatakan seseorang perlu mempertimbangkan apakah dirinya benar-benar mampu menyelesaikan amal tersebut. Jika merasa tidak sanggup, lebih baik menundanya daripada memulai lalu menghentikannya di tengah jalan tanpa alasan yang dibenarkan.

Sebelum beramal, seseorang dianjurkan merenungkan apakah amal tersebut membawa manfaat bagi dirinya maupun orang lain. Salah satu ciri baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....