FIB Unmul Lestarikan Budaya Kaltim lewat Tri Dharma Perguruan

  • 06 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman terus memperkuat perannya dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya lokal Kalimantan Timur melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai satu kesatuan yang saling mendukung pelestarian budaya daerah. Senin, 6 Juli 2026.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, M. Bahri Arifin, mengatakan sebagai bagian dari perguruan tinggi, FIB memiliki tanggung jawab akademik untuk melahirkan sumber daya manusia yang memahami sekaligus mampu melestarikan kebudayaan lokal.

"Kontribusi Fakultas Ilmu Budaya dilakukan melalui tiga dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat," ujar Bahri saat menjelaskan peran FIB dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan, pada aspek pendidikan, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai budaya melalui proses pembelajaran di kelas. Sementara pada bidang penelitian, dosen dan mahasiswa menghasilkan berbagai kajian ilmiah mengenai budaya yang kemudian dipublikasikan melalui seminar maupun jurnal ilmiah.

"Melalui penelitian, kami menghasilkan karya-karya ilmiah yang dipublikasikan, baik dalam forum ilmiah maupun jurnal, sehingga pengetahuan tentang budaya lokal terus berkembang dan dapat menjadi referensi bagi masyarakat maupun pemerintah," katanya.

Bahri menambahkan, implementasi nyata pelestarian budaya juga dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, sivitas akademika hadir langsung di tengah masyarakat untuk mengaplikasikan hasil kajian sekaligus menjadi contoh dalam upaya pelestarian budaya.

"Perguruan tinggi hadir di masyarakat sebagai role model dalam mengaplikasikan kebudayaan. Jadi bukan hanya mengkaji, tetapi juga memberikan contoh bagaimana budaya lokal dapat terus dijaga dan dikembangkan bersama masyarakat," ucapnya.

Menurut Bahri, sinergi antara dunia akademik dan masyarakat menjadi kunci agar budaya lokal Kalimantan Timur tidak hanya terdokumentasi secara ilmiah, tetapi juga tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang di tengah derasnya arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....