Lebaran Anak Yatim Jadi Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial
- 01 Jul 2026 13:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Tradisi Lebaran Anak Yatim yang diperingati setiap 10 Muharam telah lama berkembang di tengah masyarakat Indonesia sebagai momentum untuk berbagi dan memuliakan anak-anak yatim. Meski tidak memiliki dasar syariat yang menetapkan sebagai ibadah khusus, tradisi tersebut mengandung nilai sosial dan kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Islam.
Dalam ajaran Islam, menyantuni dan memelihara anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah Saw bersabda, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini," seraya mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan. Hadis riwayat Bukhari tersebut menunjukkan besarnya keutamaan orang yang memberikan perhatian dan perlindungan kepada anak yatim.
Karena itu, Lebaran Anak Yatim sebaiknya dipahami sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, bukan sebagai ritual ibadah yang memiliki kedudukan khusus dalam syariat Islam. Nilai utama yang perlu dijaga adalah semangat berbagi, menyayangi, dan membantu anak-anak yatim dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutip laman Rumah Zakat, Rabu, 1 Juli 2026, kepedulian terhadap anak yatim tidak semestinya hanya dilakukan pada 10 Muharam atau Hari Asyura. Momentum tersebut justru menjadi pengingat bahwa anak-anak yatim membutuhkan perhatian dan dukungan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk bantuan materi, pendidikan, maupun kasih sayang.
Sebutan Lebaran Anak Yatim merupakan tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Indonesia sebagai wujud semangat berbagi kepada anak-anak yatim pada Hari Asyura. Selama tidak diyakini sebagai ibadah yang diwajibkan atau memiliki keutamaan khusus yang tidak didasarkan pada dalil syariat, tradisi tersebut dapat menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan.
Kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya diwujudkan melalui pemberian santunan. Dukungan dalam bentuk pendidikan, pembinaan karakter, pendampingan, serta kasih sayang juga menjadi bagian penting untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pada akhirnya, yang paling utama bukanlah penyebutan Lebaran Anak Yatim, melainkan komitmen untuk terus menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan bantuan secara berkesinambungan. Dengan demikian, umat Islam dapat mengamalkan salah satu ajaran mulia yang sangat dianjurkan Rasulullah Saw, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....