Gangan Waluh: Menjaga Eksistensi Kuliner Otentik Banjar di Tanah Rantau
- 28 Jun 2026 13:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kelestarian kuliner tradisional menjadi salah satu pilar penting dalam mempertahankan identitas kebudayaan daerah di tengah arus modernisasi. Bagi masyarakat perantauan etnis Banjar di Kalimantan Timur, masakan rumahan peninggalan leluhur tidak sekadar berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan pangan, melainkan juga media penghubung memori kolektif dengan kampung halaman.
Salah satu masakan legendaris yang kembali dikupas esensinya adalah Gangan Waluh, sebuah sayur berkuah khas Banjar yang didominasi oleh potongan labu manis. Kuliner autentik ini diangkat ke permukaan melalui program siaran Pantas Banjar yang mengudara secara langsung di Pro 4 RRI Samarinda pada Jum'at, 12 Juni 2026 lalu.
Eksistensi Gangan Waluh di lingkungan keluarga urban dinilai sangat penting untuk diperkenalkan kembali, terutama kepada generasi muda. Menu ini kerap menjadi sajian utama dalam momen berkumpulnya keluarga besar maupun dalam acara-acara syukuran sederhana masyarakat Banjar.
"Gangan Waluh itu adalah representasi dari masakan rumah yang penuh kehangatan. Di mana pun orang Banjar merantau, aroma khas sayur labu manis ini pasti selalu bisa membangkitkan rasa rindu pada masakan ibu di kampung," ujar narasumber kebudayaan Banjar, Acil Mila, di studio RRI Samarinda.
Acil Mila menjelaskan bahwa bahan baku yang sederhana membuat sayur ini sangat ramah untuk dimasak oleh siapa saja. Kombinasi manis alami dari labu dan kuah bening yang segar menjadi daya pikat utama yang membuatnya tetap bertahan melintasi zaman.
"Labu manis atau waluh ini memiliki tekstur yang lembut setelah dimasak. Kehadirannya di meja makan seolah menegaskan bahwa kebahagiaan sebuah keluarga bisa dibangun dari kesederhanaan hidangan tradisional," kata Acil Mila merinci filosofi di balik masakan tersebut.
"Kami berharap ulasan mengenai Gangan Waluh ini memicu ibu-ibu muda di rumah untuk mau memasakkannya kembali untuk anak-anak mereka. Jangan sampai anak cucu kita kelak lebih kenal makanan asing daripada sayur otentik warisan datu leluhur kita sendiri," ujarnya menyudahi dialog siaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....