Pembuatan Kiswah Ka'bah Kini Gunakan Teknologi Modern dan AI

  • 16 Jun 2026 20:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Proses pembuatan Kiswah, kain sutra hitam yang menyelimuti Ka'bah di Masjidil Haram, memasuki babak baru dengan pemanfaatan teknologi modern. Otoritas Arab Saudi secara resmi mengintegrasikan perangkat digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk menjaga akurasi sekaligus mempercepat proses produksi kain suci tersebut, tanpa menghilangkan nilai tradisi yang telah terjaga selama berabad-abad.

Melansir laporan resmi Kantor Berita Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), melalui laman spa.gov.sa, Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah kini dilengkapi laboratorium analisis dan mesin otomatisasi mutakhir. Modernisasi ini dilakukan untuk memastikan setiap helai benang sutra dan sulaman kaligrafi emas memiliki ketahanan optimal terhadap cuaca ekstrem di Kota Makkah.

Salah satu tahapan penting dalam proses produksi dilakukan menggunakan mesin jahit raksasa yang menjadi salah satu mesin terpanjang di dunia. Teknologi tersebut memungkinkan pengerjaan Kiswah Ka'bah berlangsung lebih presisi dan efisien.

"Penerapan teknologi modern di Kompleks Raja Abdulaziz bertujuan mencapai tingkat presisi tertinggi dalam pengujian material, sekaligus mempertahankan standar kualitas global yang layak bagi kesucian Ka'bah," kata Saudi Press Agency dalam laporan tertlis resminya, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Salah satu terobosan utama yang diterapkan adalah penggunaan perangkat pemindai digital canggih untuk memeriksa keselarasan tekstur kain. Perangkat ini mampu mendeteksi cacat mikroskopis pada anyaman sutra murni seberat 670 kilogram yang digunakan sebagai bahan dasar Kiswah. Jika dilakukan secara manual, proses tersebut dapat memerlukan waktu hingga berminggu-minggu.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada proses penyulaman ayat-ayat suci Al-Qur'an. Meski penulisan kaligrafi dan sentuhan akhir tetap mengandalkan keahlian para perajin lokal Arab Saudi, tahap pemolaan dasar kini dibantu mesin komputerisasi berpresisi tinggi. Teknologi ini memastikan sulaman emas seberat 120 kilogram dan perak seberat 100 kilogram ditempatkan secara akurat sesuai desain yang telah ditetapkan.

Teknologi modern juga dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan Kiswah Ka'bah. Kompleks Raja Abdulaziz menggunakan teknologi simulasi iklim buatan guna menguji ketahanan warna hitam kain terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) serta gesekan mekanis akibat tingginya aktivitas jemaah selama musim haji dan umrah.

Sinergi antara teknologi modern dan seni kriya tradisional ini menegaskan komitmen berkelanjutan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi dua masjid suci. Melalui digitalisasi tersebut, pembuatan Kiswah Ka'bah tidak hanya menjadi simbol penghormatan spiritual yang agung, tetapi juga representasi kemajuan inovasi industri modern di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....