PPA Harapan Baru Dukung Pendidikan Anak Prasejahtera
- 15 Jun 2026 14:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pusat Pengembangan Anak (PPA) Harapan Baru, Samarinda Seberang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Selama lebih dari satu dekade, lembaga ini menjadi salah satu wadah yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus akses layanan kesehatan yang lebih baik.
Koordinator sekaligus Tutor dan Mentor PPA ID 0500 Harapan Baru, Efli Bernawaty, menjelaskan PPA merupakan singkatan dari Pusat Pengembangan Anak yang berfokus pada pengembangan potensi anak melalui berbagai program pendidikan dan pengembangan diri.
“Di sini PPA itu adalah yayasan untuk mengembangkan potensi-potensi anak-anak kita baik melalui edukasi di sekolah maupun kelas-kelas pengembangan,” ujar Efly saat ditemui RRI, Jumat 12 Juni 2026.
Menurutnya, program pengembangan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mencakup berbagai bidang lain yang dapat mendukung bakat dan minat anak. “Kelas pengembangan itu ada di bidang olahraga, di bidang kesenian, dan lain sebagainya,” katanya, saat menjelaskan berbagai kegiatan yang tersedia bagi para partisipan.
Selain mengembangkan potensi anak, PPA Harapan Baru juga memiliki fokus utama dalam membantu keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Ia menjelaskan, setiap calon partisipan harus melalui proses pendaftaran dan survei terlebih dahulu untuk memastikan mereka memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh lembaga.
Bentuk bantuan yang diberikan meliputi subsidi biaya pendidikan dan dukungan biaya kesehatan. Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban keluarga sehingga anak-anak dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala masalah ekonomi.
“Di PPA ini nanti kami membantu subsidi biaya pendidikan mereka dan juga biaya berobat mereka. Mereka bisa klaim biaya berobat dan biaya pendidikan di PPA ini,” katanya.
PPA Harapan Baru telah berdiri sekitar 14 hingga 15 tahun dan saat ini membina sekitar 270 partisipan aktif. Jumlah tersebut terus dievaluasi secara berkala. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat lebih tepat sasaran bagi keluarga yang masih membutuhkan.

“Kalau ekonomi mereka sudah membaik, misalnya orang tua sudah mempunyai pekerjaan yang lebih baik, maka mereka akan terhapus dari program,” ucap Efly.
Menariknya, program PPA saat ini tidak hanya menyasar anak usia sekolah. Ia menjelaskan, partisipan dapat bergabung sejak masih dalam kandungan hingga berusia 22 tahun. Ia menambahkan, batas usia tersebut ditetapkan agar para partisipan memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.
“Untuk beberapa tahun kebelakangan ini, kita menerima partisipan dari usia ibu hamil sampai berusia 22 tahun,” kata Efly..
Lebih lanjut, PPA Harapan Baru tidak hanya memberikan manfaat bagi partisipan yang terdaftar, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Berbagai program sosial seperti kerja bakti lingkungan, pembagian tong sampah, dan penanaman pohon turut dilaksanakan secara rutin.
“Program kami bukan hanya untuk partisipan, tetapi juga untuk masyarakat sekitar melalui kegiatan kebersihan lingkungan dan pembagian pohon,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan PPA Harapan Baru dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Kami sangat berharap anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan pelayanan kesehatan yang baik. Jangan sampai ada yang sakit tetapi tidak bisa berobat hanya karena keterbatasan ekonomi,” katanya.
Melalui berbagai program yang dijalankan, PPA Harapan Baru Samarinda menjadi bukti kolaborasi dan kepedulian sosial dapat membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan dukungan pendidikan, kesehatan, dan pengembangan karakter, PPA Harapan Baru terus menanamkan harapan bagi generasi penerus bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....