Wujudkan Zona Integritas WBK dan WBBM, RRI Samarinda Usung Program 3SBI RRI

  • 13 Jun 2026 13:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda terus memperkuat komitmennya mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Salah satu upayanya dilakukan adalah melalui program 3SBI (Senyum, Salam, Sapa, Bincang, Informasikan) yang diusung Agen Perubahan RRI Samarinda 2026-2027, Ratih Wahyuwidiati.

Program tersebut dipaparkan Ratih dalam presentasi rencana aksi perubahan pada Sabtu, 13 Juni 2026, dua hari setelah dirinya terpilih sebagai Agen Perubahan RRI Samarinda periode 2026-2027. Melalui program itu, Ratih ingin mendorong terciptanya budaya pelayanan yang lebih humanis, ramah, dan informatif bagi setiap narasumber maupun tamu yang berkunjung ke lingkungan RRI Samarinda.

"Momen kunjungan ini bisa menjadi sarana krusial untuk membangun pengalaman positif, memperkenalkan layanan RRI, dan meningkatkan kedekatan dengan publik," ujarnya.

Ratih menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap pengalaman narasumber yang datang untuk siaran, wawancara, maupun kegiatan produksi. Tak jarang narasumber harus menunggu cukup lama sebelum masuk studio tanpa pendampingan yang baik lantaran pegawai sedang menjalankan tugas masing-masing.

Melalui 3SBI, seluruh pegawai pun akan didorong untuk menjadi duta informasi. Ratih menjelaskan, narasumber yang hadir tidak hanya disambut dengan senyum, salam, dan sapa, tetapi juga diajak berbincang serta diberikan informasi mengenai layanan, program siaran, hingga platform digital yang dimiliki RRI.

"Program ini berkonsep hospitality dan digitalisasi. Jadi ramah dengan menyampaikan infromasi dan mengenalkan. Lalu kita juga bisa mengajak mereka untuk download RRI digital," kata Ratih.

Penyiar sekaligus Agen Perubahan RRI Samarinda 2026-2027, Ratih Wahyuwidiati. (Foto: RRI Samarinda/Aga)

Selain itu, ia juga berencana mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia di area lobi, seperti titik baca digital. Di akhir kunjungan, narasumber lalu diberikan kesempatan menyampaikan penilaian melalui survei singkat berbasis barcode atau kode QR.

"Ini punya dampak yang terukur bagi kita ke depan untuk memberikan pelayanan prima, sekaligus meningkatkan citra positif lembaga di mata publik, memperkuat hubungan jangka panjang dengan mitra strategis," ucap Ratih.

Menurutnya, program ini tidak membutuhkan biaya besar karena memanfaatkan sarana yang sudah tersedia. Kunci keberhasilannya justru terletak pada komitmen seluruh pegawai untuk menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Yang paling penting adalah sumber daya manusia (SDM) yang ramah dan memiliki orientasi pelayanan. Program ini sederhana, biaya rendah, mudah diterapkan, dan bisa direplikasi di satuan kerja lainnya," kata Ratih.

Melalui program 3SBI RRI, ia berharap budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan publik dapat semakin mengakar dan mencerminkan keseriusan RRI Samarinda dalam mewujudkan Zona Integritas WBK dan WBBM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....