Kesedihan, Kekhawatiran, dan Kegelisahan Menurut Perspektif Islam
- 11 Jun 2026 21:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Setiap manusia dipastikan tidak akan lepas dari berbagai dinamika dan problematika kehidupan. Namun, seringkali masyarakat mencampuradukkan gejolak emosi negatif yang muncul di dalam hati. Menanggapi fenomena tersebut, Ustaz Arip Saripudin dari Muhammadiyah Kota Samarinda mengupas tuntas perbedaan mendasar antara rasa sedih (al-huzn), kekhawatiran (al-hamm), dan kegelisahan (al-ghamm) dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda.
Menurut Ustaz Arip, klasifikasi emosi ini merujuk pada hadis dan doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw ketika memohon petunjuk untuk melenyapkan gundah gulana. Memahami batasan dari ketiga kondisi batin ini merupakan langkah awal yang krusial agar seseorang dapat mendeteksi sumber masalah jiwanya dan mencari penawar spiritual yang tepat.
Ketiganya memiliki dimensi waktu dan penyebab yang sangat berbeda. Emosi pertama yang dibahas adalah al-huzn atau kesedihan. Kondisi ini secara spesifik mengikat kondisi psikologis seseorang pada peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.
"Al-huzn atau huzni, yang kedua al-hamm atau hammi, dan yang ketiga adalah al-ghamm atau gammi. Al-huzn itu berkaitan dengan sesuatu yang telah berlalu atau disebutnya adalah kesedihan masa lalu," ujar Ustaz Arip, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
Lebih lanjut, Ustaz Arip menjabarkan contoh nyata dari al-huzn seperti seseorang yang terus-menerus terjebak pada penyesalan atas kesalahan masa lalu, kelalaian ibadah, hingga duka mendalam akibat kehilangan orang terkasih. Dampaknya, hati individu tersebut seakan "tertarik ke belakang" dan enggan beranjak dari penyesalan yang tidak produktif.
Sementara itu, kondisi kedua yaitu al-hamm atau kekhawatiran, memiliki dimensi waktu yang berkebalikan dengan kesedihan masa lalu. Al-hamm merupakan manifestasi ketakutan manusia terhadap ketidakpastian masa depan, seperti kecemasan kepala keluarga terhadap biaya pendidikan anak atau ketakutan kehilangan pekerjaan.
"Ada al-hamm. Al-hamm itu berkaitan dengan sesuatu yang akan terjadi atau kekhawatiran tentang masa depan," kata Ustaz Arip. Menurutnya, ketakutan-ketakutan masa depan ini kerap menyiksa pikiran manusia sebelum hal yang dicemaskan itu benar-benar terjadi.
Terakhir, Ustaz Arip mendefinisikan al-ghamm sebagai kegelisahan mendalam akibat himpitan kondisi nyata yang sedang dialami di masa kini. Masalah seperti keretakan rumah tangga, jeratan utang, tekanan kerja, hingga penurunan kondisi kesehatan yang sedang berlangsung saat ini adalah pemicu utama sesak batin akibat al-huzn, al-hamm, dan al-ghamm tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....