Rahasia Sapi 'Tampan' Balikpapan: Mandi 2 Kali, Harga Rp100 Juta

  • 27 Mei 2026 04:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Merawat sapi, khususnya untuk keperluan hewan kurban, ternyata memerlukan dedikasi dan kepedulian yang sangat tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Ulum, perawat hewan kurban berpengalaman yang saat ini memelihara ratusan ekor sapi siap jual.

Menurut Ulum, kunci utama untuk menghasilkan sapi yang sehat dan berkualitas tinggi terletak pada kedisiplinan dan kebersihan yang terjaga ketat.

"Perawatannya memang harus ekstra. Sapi harus dimandikan dua kali sehari dan diberi makan secara teratur," ujar Bapak Ulum saat menjelaskan rutinitas hariannya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Aktivitas di peternakan dimulai sejak pagi buta. Pada pukul 06.00 WIB, sapi-sapi dimandikan hingga bersih. Dua jam kemudian, tepat pukul 08.00 WIB, pakan pencampur atau comboran diberikan. Setelah pakan tersebut habis, rumput segar segera disajikan pada pukul 09.00 WIB agar sapi dapat beristirahat dengan tenang setelahnya. Rutinitas ini berulang di siang hari; sapi dimandikan kembali pada pukul 14.00 WIB, dan diberi comboran sore pada pukul 16.00 WIB.

Totalnya, sapi mengonsumsi comboran dua kali dan rumput sebanyak tiga kali dalam sehari. Selain pola makan, aspek kesehatan juga diperkuat melalui pemberian suntikan vitamin yang dilakukan secara rutin satu minggu sekali.

Ulum menekankan bahwa kebersihan kuku dan kandang, yang dijaga melalui penyemprotan disinfektan berkala, merupakan benteng utama dalam mencegah penularan penyakit yang sangat ditakuti para peternak.

Mengenal Ciri Sapi Sakit dan Sehat

Ulum juga membagikan edukasi mengenai cara membedakan kondisi kesehatan sapi. " Sapi yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit umumnya menunjukkan gejala penurunan nafsu makan, menolak minum atau ampas, terlihat termenung (lesu), serta mengeluarkan lendir dari hidung atau mulut. Sebaliknya, sapi yang sehat memiliki nafsu makan yang sangat lahap tanpa ada pantangan makanan tertentu," katanya yang sudah merawat sapi selama belasan tahun.

Perawatan untuk sapi kurban pun memiliki standar yang berbeda dengan sapi ternak biasa (sapi indukan). Sapi kurban difokuskan untuk memproduksi daging berkualitas optimal, sehingga memerlukan perlakuan yang jauh lebih intensif.

Harga Ditentukan oleh Bobot dan "Ketampanan" Sapi

Saat ini, peternakan yang Ulum tangani berada di KM 12 Balikpapan menampung sekitar 360 ekor sapi dari berbagai varietas, mulai dari Sapi Bali, Limusin, Brahman, Peranakan Ongolesapi (PO), hingga Sapi Ongole.

Menariknya, penentuan harga jual sapi tidak hanya bergantung pada berat bobotnya semata, melainkan juga aspek visual atau "ketampanan" postur tubuh sapi, termasuk struktur kaki dan proporsi fisiknya.

Berdasarkan klasifikasi harga, Sapi Bali menempati urutan paling ekonomis, sementara Sapi Limusin asal Jawa menjadi varietas termahal. Rentang harga yang ditawarkan di kandang berkisar antara Rp20 juta hingga mencapai Rp100 juta per ekor, tergantung pada ukuran dan kualitas fisik hewan tersebut.

Guna menjamin keamanan konsumen, seluruh sapi yang dipasarkan dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat. Pihak Dinas Peternakan dan dokter hewan setempat secara rutin melakukan pemantauan, tes kesehatan, serta pemberian vaksinasi sebelum sapi-sapi tersebut didistribusikan kepada pembeli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....