Sepuluh Desa Wisata Kaltim Masuki Penilaian Akhir
- 22 Mei 2026 15:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 memasuki tahapan penting. Sebanyak 10 desa wisata terbaik dari berbagai kabupaten dan kota mengikuti sesi presentasi serta validasi data menuju penetapan desa wisata terbaik tingkat provinsi.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur itu menjadi bagian dari proses seleksi akhir sebelum penentuan tiga besar desa wisata terbaik. Setiap peserta memaparkan potensi unggulan, pengelolaan destinasi, hingga keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis desa.
Adapun 10 finalis Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 terdiri dari Desa Wisata Pampang Kota Samarinda, Desa Wisata Satimpo Indah Kota Bontang, Desa Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove Kota Balikpapan, Desa Wisata Klempang Sari Kabupaten Paser, Desa Wisata Bangun Rejo dan Sangkuliman Kabupaten Kutai Kartanegara, Desa Wisata Lutan Kabupaten Mahakam Ulu, Desa Wisata Tanjung Isuy Kabupaten Kutai Barat, Desa Wisata Teluk Harapan Kabupaten Berau, serta Desa Wisata Bhuana Sari Bumi Rapak Kabupaten Kutai Timur.
| Baca juga: IKN Dipadati Pengunjung Libur Paskah |
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan proses penilaian dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kualitas dan kesiapan desa wisata di daerah.
“Setelah tahapan presentasi dan validasi, dewan juri akan menyeleksi tiga desa wisata terbaik yang selanjutnya mengikuti proses visitasi lapangan guna memverifikasi kesesuaian data dan kondisi riil di lokasi sebelum penetapan juara akhir,” ujarnya. Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, lomba desa wisata tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, namun juga menjadi upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya dan potensi lokal.
Menurutnya, desa wisata memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan pariwisata di Kalimantan Timur. Selain memperkenalkan kekayaan budaya daerah, keberadaan desa wisata juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Kaltim, Angit Ding, menambahkan proses visitasi nantinya akan menjadi penilaian penting untuk memastikan kesiapan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan.
“Tim juri akan melihat langsung bagaimana pengelolaan desa wisata, keterlibatan masyarakat, hingga kesiapan amenitas dan atraksi wisata yang dimiliki masing-masing desa,” ucapnya.
| Baca juga: Kesetaraan Gender Jadi Pilar Pembangunan |
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap melalui ajang tersebut, desa wisata di daerah dapat semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal maupun sektor pariwisata daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....