Keteladanan Nabi Ibrahim dalam Kehidupan
- 20 Mei 2026 16:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Nabi Ibrahim a.s. merupakan salah satu sosok teladan terbesar dalam Islam setelah Nabi Muhammad Saw. Keteguhan iman, keteladanan keluarga, dan kepedulian sosial beliau menjadi pelajaran penting bagi umat manusia sepanjang zaman.
Kepada RRI Ustaz Dr. Mustamin Fattah, menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Swt. Beliau bahkan mendapat gelar Abul Anbiya atau bapak para nabi karena banyak nabi lahir dari garis keturunannya.
“Figur teladan dalam Islam, selain Nabi Muhammad Saw, adalah Nabi Ibrahim yang banyak disebut di dalam Al-Qur’an karena memiliki kedekatan luar biasa dengan Allah Swt.,” ujar pengajar Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda ini. Menurutnya, Nabi Ibrahim bukan hanya seorang nabi, tetapi juga pemimpin umat yang menjadi contoh dalam kehidupan.
| Baca juga: Menelusuri Sejarah Lahirnya Kalender Hijriah |
Keteladanan Nabi Ibrahim paling menonjol terlihat dalam aspek tauhid dan keyakinan kepada Allah Swt. Di tengah masyarakat penyembah berhala, beliau tetap teguh mempertahankan keimanan meski menghadapi ancaman dari penguasa dan keluarganya sendiri.
Ustaz Dr. Mustamin Fattah mengatakan bahwa Nabi Ibrahim mengajarkan pentingnya menggunakan akal dan hati dalam mencari kebenaran. “Tauhid Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita agar jangan membiarkan hati diperbudak oleh harta, jabatan, popularitas, dan hawa nafsu,” katanya di acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda, Rabu 20 Mei 2026.
Selain dalam tauhid, Nabi Ibrahim juga menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh nilai keimanan. Hubungan beliau dengan Siti Sarah, Hajar, serta putra-putranya menjadi contoh keluarga yang dibangun di atas doa, pengorbanan, dan komunikasi yang baik.
Kisah dialog Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail saat menerima perintah penyembelihan menunjukkan pentingnya komunikasi dalam keluarga. Nabi Ibrahim tidak bersikap otoriter, melainkan mengajak anaknya berdiskusi dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
Dalam kehidupan sosial, Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang sangat peduli kepada sesama dan gemar memuliakan tamu. Sikap tersebut menjadi contoh bahwa dakwah dan perbedaan pandangan harus disampaikan dengan santun tanpa kebencian maupun permusuhan.
Ustaz Dr. Mustamin Fattah menegaskan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, peradaban yang kuat harus dibangun di atas fondasi tauhid, keluarga yang harmonis, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....