Jumlah Ashabul Kahfi Menurut Tafsir Ulama, Ini Pendapat yang Dianggap Paling Sahih
- 18 Mei 2026 09:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Kisah Ashabul Kahfi menjadi salah satu cerita yang banyak dibahas dalam kajian tafsir Al-Qur’an. Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sempat terjadi perbedaan pendapat mengenai jumlah pemuda Ashabul Kahfi yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.
Dilansir dari Masjid Riyadh Solo pada Senin, 18 Mei 2026, Ustaz Ali bin Hasan Alhabsy mengatakan kisah Ashabul Kahfi juga diketahui oleh sebagian kalangan Yahudi dan Nasrani melalui kitab suci mereka, yakni Taurat dan Injil. Mereka mengetahui kabar tentang umat-umat terdahulu, termasuk kisah para pemuda penghuni gua tersebut.
Dalam berbagai tafsir disebutkan adanya beberapa pendapat mengenai jumlah Ashabul Kahfi. Pendapat pertama menyatakan bahwa jumlah mereka tiga orang dan yang keempat adalah anjing mereka. "Pendapat ini juga disebutkan dalam Tafsir Fakhrur Razi sebagai pandangan sebagian ahlul kitab," katanya.
Pendapat kedua menyebut jumlah Ashabul Kahfi sebanyak lima orang dan yang keenam adalah anjing mereka. Namun, para ulama tafsir menjelaskan bahwa perbedaan pendapat tersebut muncul karena tidak semua pihak mengetahui secara pasti jumlah sebenarnya para pemuda itu.
Sementara itu, pendapat ketiga menyatakan bahwa jumlah Ashabul Kahfi adalah tujuh orang dan yang kedelapan merupakan anjing mereka. Mayoritas ulama tafsir menilai pendapat inilah yang paling kuat dan sahih. "Kebanyakan ahli tafsir condong pada pendapat terakhir karena dianggap paling sesuai dengan isyarat yang terdapat dalam Al-Qur’an," ujarnya.
Dalam Surah Al-Kahfi, Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengatakan, “Qul rabbi a’lamu bi‘iddatihim,” yang berarti, “Katakanlah, Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka.” Ayat tersebut menunjukkan bahwa hanya Allah yang mengetahui hakikat jumlah Ashabul Kahfi secara pasti.
Para ulama kemudian menafsirkan, penyebutan beberapa pendapat dalam Al-Qur’an merupakan bentuk penjelasan atas perbedaan pandangan yang berkembang saat itu. Namun, mayoritas mufasir sepakat bahwa pendapat yang paling benar adalah tujuh pemuda dan seekor anjing sebagai yang kedelapan.
Ibnu Abbas dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi yang memiliki pemahaman mendalam tentang tafsir Al-Qur’an. Ia termasuk ulama yang memahami konteks ayat terkait jumlah Ashabul Kahfi. Dalam penjelasannya, Ibnu Abbas meyakini bahwa pendapat terakhir merupakan pendapat yang paling tepat.
“Pendapat sahih dari para ulama adalah jumlah pemudanya tujuh orang dan yang kedelapan adalah anjing mereka," ucap Ustaz Ali bin Hasan Alhabsy. Penjelasan tersebut menjadi salah satu pandangan yang banyak dijadikan rujukan dalam kajian tafsir Islam hingga saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....