Memaknai Ibadah Kurban Sebagai Upaya Memperbaiki Niat dan Kepedulian Sosial

  • 15 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ibadah kurban masih sering dipahami sebatas tradisi tahunan menjelang Hari Raya Iduladha. Padahal, di balik penyembelihan hewan kurban terdapat nilai ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang menjadi inti pelaksanaannya.

Dalam tausiyah program Hikmah Pagi RRI Pro4 Samarinda, Ustazah Abnan Pancasilawati menegaskan kurban merupakan ibadah tahunan yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Ibadah tersebut tidak dilakukan sekali seumur hidup, melainkan dianjurkan setiap tahun bagi yang mampu.

“Kurban itu ibadah tahunan, bukan seumur hidup sekali. Rasulullah juga melaksanakan kurban setiap tahun,” ujar Ustazah Abnan, dikutip Jumat, 15 Mei 2026.

Namun, masih ada masyarakat yang memahami kurban seperti giliran antar anggota keluarga. Misalnya, satu tahun atas nama ayah, tahun berikutnya atas nama ibu, lalu anak-anak secara bergantian. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu diluruskan.

Dalam praktik yang dicontohkan Rasulullah, satu hewan kurban dapat diniatkan atas nama diri sendiri dan seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Dengan demikian, ibadah kurban lebih menekankan kebersamaan dan nilai kekeluargaan.

“Siapa yang punya kemampuan, dia berkorban atas nama dirinya dan seluruh anggota keluarganya,” katanya.

Pelaksanaan kurban harus mengikuti ketentuan syariat, mulai dari usia hewan, kondisi kesehatan, tata cara penyembelihan hingga distribusi daging. Jika tidak sesuai aturan, ibadah kurban dikhawatirkan hanya seperti sedekah.

Ustazah Abnan mengajak umat Islam menjadikan bulan Zulkaidah sebagai momentum memperbaiki niat dan memperkuat kepedulian sosial. Ia berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan hati yang ikhlas dan semangat berbagi kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....