Pakar Ingatkan Bahaya Ikan Asing di Perairan, Ancam Ekosistem Ikan Lokal
- 15 Mei 2026 11:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Masuknya ikan asing ke perairan umum kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya populasi sejumlah spesies invasif di sungai dan danau di Indonesia. Kondisi itu dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan serta mengancam keberadaan ikan lokal di sejumlah wilayah.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Iwan Suyatna, meminta masyarakat menghentikan kebiasaan melepas ikan non-native atau ikan asing ke sungai maupun danau. Menurut dia, spesies asing memiliki kemampuan berkembang biak cepat dan dapat menekan populasi ikan lokal.
“Jangan lagi memasukkan ikan asing ke kita. Apa pun jenisnya, apa pun ukurannya, tidak usah lagi,” ujar Iwan Suyatna, saat menjadi narasumber dalam obrolan SPADA Pro 2, dikutip Jum'at 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan, ikan asing merupakan spesies yang bukan berasal dari habitat alami suatu wilayah. Dalam kondisi tertentu, spesies tersebut dapat berubah menjadi invasif karena menyebar cepat, mendominasi habitat, dan mengganggu struktur komunitas ekosistem perairan.
Menurut Iwan, ancaman tidak hanya berasal dari ikan sapu-sapu. Sejumlah ikan introduksi lain juga memiliki potensi serupa jika terus dilepas ke perairan umum tanpa pengawasan. “Ikan nila itu ikan luar. Ikan mas itu ikan luar,” ujarnya.
Ia menilai perpindahan ikan antardaerah tetap berisiko memunculkan gangguan ekologis meski berasal dari wilayah Indonesia sendiri. Spesies yang bukan habitat asli suatu daerah dapat berkembang tidak terkendali dan memengaruhi populasi ikan lokal di perairan setempat.
“Jadi kita sekali-kali jangan memasukkan ikan yang bukan dari wilayah kita,” katanya.
Iwan menyebut ancaman terbesar dari spesies invasif ialah berkurangnya populasi ikan lokal hingga potensi kepunahan. Kondisi itu tidak hanya memengaruhi keseimbangan ekosistem, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat yang bergantung pada hasil tangkapan perairan.
“Yang paling bahaya itu adalah terjadinya ancaman punahnya ikan lokal. Itu ancaman punahnya ikan lokal yang tidak ada harganya bagi kita,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....