Manajemen Keuangan Yang Baik Membangun Generasi Kuat

  • 13 Mei 2026 16:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan tantangan ekonomi global, kemampuan mengelola keuangan keluarga secara bijak menjadi hal penting dalam membangun generasi yang kuat dan mandiri. Prinsip hidup sederhana, disiplin mengatur pengeluaran, serta membiasakan menabung dan bersedekah dinilai menjadi pondasi ketahanan finansial keluarga sejak dini.

Hal ini menjadi kajian dalam program Mutiara Pagi RRI Samarinda yang menghadirkan tausiyah tentang manajemen keuangan Islami, Selasa, 12 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Ustaz KH. Muhammad Khozin, M.Pd., selaku narasumber menekankan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara bijak di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.

Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Khozin menyampaikan bahwa kondisi ekonomi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah dan kenaikan inflasi, menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Menurutnya, kenaikan kebutuhan hidup harus diimbangi dengan kemampuan mengatur keuangan secara efisien dan sesuai ajaran Islam.

Ia menjelaskan, Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam membelanjakan harta. Prinsip tersebut, kata dia, tercantum dalam Surah Al-Furqan ayat 67 yang mengingatkan agar umat Islam bersikap seimbang dalam menggunakan harta, tidak boros dan tidak pula kikir.

“Manajemen keuangan yang baik akan melahirkan ketahanan ekonomi keluarga dan membentuk generasi yang disiplin serta bertanggung jawab sejak dini,” ujar KH Muhammad Khozin.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membedakan antara kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan utama seperti konsumsi keluarga dan pendidikan anak harus diprioritaskan dibanding pengeluaran yang bersifat hiburan atau gaya hidup berlebihan.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah mengajarkan konsep pengelolaan keuangan dengan mendahulukan kebutuhan diri dan keluarga sebelum membantu pihak lain. Prinsip tersebut dinilai relevan diterapkan masyarakat saat menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.

KH Muhammad Khozin juga mendorong masyarakat mulai membangun budaya menabung dan berinvestasi secara halal sejak dini. Langkah tersebut penting untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan seperti pendidikan anak, tempat tinggal, hingga kebutuhan hari tua.

“Islam tidak hanya mengajarkan cara mencari harta, tetapi juga bagaimana mengelola dan membelanjakannya agar membawa keberkahan bagi keluarga dan kehidupan,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan dalam Islam tidak semata-mata berkaitan dengan keuntungan materi, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah. Karena itu, umat Islam diimbau menjauhi praktik riba, membiasakan sedekah, serta menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya membersihkan harta.

Dalam tausiyah tersebut, masyarakat khususnya pendengar diajak memahami bahwa kestabilan ekonomi keluarga dapat dibangun melalui pola hidup sederhana, disiplin mengatur pengeluaran, serta perencanaan keuangan yang matang. Dengan penerapan prinsip-prinsip syariah, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....