Kisah Sayyidina Abdullah bin Abbas, Sahabat Muda Ahli Tafsir Al-Qur’an

  • 13 Mei 2026 14:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Sayyidina Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu mendalam meski usianya masih muda. Keistimewaan ilmunya tidak lepas dari doa khusus yang diberikan langsung oleh Rasulullah SAW kepadanya.

Rasulullah SAW pernah berdoa, “Allahumma faqqihu fid-din wa ‘allimhut ta’wil,” yang berarti, “Ya Allah, berikanlah kepadanya pemahaman dalam agama dan ajarkanlah ia tafsir Al-Qur’an.”

Dilansir dari kanal YouTube Dr. Habib Hanif Official pada Rabu 13 Mei 2026, Habib Hanif menjelaskan bahwa doa Rasulullah tersebut menjadi salah satu sebab tafsir Ibnu Abbas banyak dijadikan rujukan oleh para ulama hingga saat ini. “Karena doa Rasulullah itulah, tafsir Ibnu Abbas menjadi salah satu yang paling banyak dirujuk oleh para ulama,” ujar Habib Hanif.

Sayyidina Abdullah bin Abbas juga dikenal sebagai ulama ahli tafsir Al-Qur’an yang memiliki kecerdasan luar biasa. Dalam sebuah riwayat, Umar bin Khattab radhiyallahu anhu pernah memasukkan Ibnu Abbas yang masih muda ke dalam majelis para sahabat senior peserta Perang Badar.

Sebagian sahabat senior sempat merasa heran dan bertanya-tanya mengapa anak muda seperti Ibnu Abbas diikutsertakan dalam majelis tersebut. Namun, Umar bin Khattab ingin menunjukkan keistimewaan ilmu yang dimiliki Ibnu Abbas.

Dalam majelis itu, Ibnu Abbas menjelaskan makna Surat An-Nasr di hadapan para sahabat. Menurut penjelasannya, turunnya surat tersebut menjadi pertanda bahwa tugas Rasulullah SAW telah mendekati akhir.

“Ketika pertolongan Allah datang dan Islam telah sempurna, itu menjadi isyarat bahwa tugas Rasulullah hampir selesai,” kata Habib Hanif.

Para ulama menjelaskan, ketika suatu perkara telah mencapai kesempurnaan, biasanya akan muncul fase berakhirnya suatu tugas. Dalam konteks tersebut, yang dimaksud adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Pada ayat tersebut, Allah SWT juga memerintahkan Rasulullah SAW untuk memperbanyak tasbih, tahmid, dan istigfar. “Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu,” yang berarti, “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya”.

Habib Hanif mengatakan bahwa perintah memperbanyak zikir dan istigfar menjadi isyarat bahwa dakwah Rasulullah SAW telah sempurna. Kota Makkah telah ditaklukkan dan syariat Islam telah disampaikan kepada umat manusia.

“Oleh karena itu, Ibnu Abbas menyimpulkan bahwa ayat itu adalah isyarat dekatnya waktu wafat Rasulullah,” ucap Habib Hanif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....