Rujuk Ulama, Kunci Memahami Al-Qur’an dan Hadis dengan Benar
- 12 Mei 2026 13:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo – Muhammad Al Habsyi menegaskan tidak semua orang mampu secara langsung memahami dan menggali hukum dari Al-Qur’an dan hadis tanpa bimbingan ulama yang kompeten.
Dalam kajian yang dilansir dari kanal YouTube, Selasa 12 Mei 2026, ia menjelaskan bahwa proses istinbat atau penggalian hukum Islam membutuhkan keilmuan mendalam yang hanya dimiliki oleh para ulama.
Menurutnya, bagi masyarakat awam yang belum memiliki kapasitas tersebut, Islam telah memberikan panduan yang jelas, yakni merujuk kepada ahli ilmu atau ulama. Hal ini sejalan dengan firman Allah agar umat bertanya kepada “ahludz zikr” ketika tidak mengetahui suatu perkara.
“Ulama adalah orang yang memahami agama, mengenal Allah, serta mengamalkan ilmunya dengan ikhlas untuk mencari rida Allah,” ujar Habib Muhammad.
Ia menambahkan, ulama yang layak dijadikan rujukan adalah mereka yang memiliki sifat zuhud, tidak terjebak dalam gemerlap dunia, serta mengajak umat kepada jalan Allah dengan ketulusan dan kejernihan hati.
Lebih lanjut, ia mencontohkan praktik ibadah salat sebagai bukti pentingnya peran guru dalam memahami ajaran Islam. Menurutnya, umat Islam tidak belajar salat secara langsung dari Al-Qur’an dan hadis, melainkan melalui perantara guru yang memiliki sanad keilmuan hingga kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
“Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat. Para sahabat melihat langsung, kemudian mengajarkan kepada tabiin, dan seterusnya hingga sampai kepada kita,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tradisi keilmuan dalam Islam berlangsung melalui mata rantai guru ke murid yang berkesinambungan. Meski demikian, sumber utama ajaran tetap bersandar pada Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman utama.
Dengan demikian, merujuk kepada ulama menjadi langkah penting agar pemahaman agama tetap lurus, baik dalam aspek zahir maupun batin, serta terhindar dari kesalahan dalam beribadah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....