Tergerus Media Sosial, Budaya Membaca Dinilai Kian Menurun
- 10 Mei 2026 11:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi literasi masyarakat Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi digital, budaya membaca dinilai mulai mengalami penurunan.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Rahmatullah dalam tausiyah Hikmah Pagi di RRI Pro4 Samarinda. Masyarakat saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggulir media sosial, daripada membaca buku atau mendalami pengetahuan.
Rendahnya budaya membaca dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Padahal, sejarah menunjukkan kemajuan bangsa lahir dari tradisi literasi yang kuat.
“Bangsa yang maju adalah bangsa yang mencintai literasi dan fokus membangun budaya membaca,” ujar Ustaz Rahmatullah, dikutip Minggu, 11 Mei 2026.
Ia mengingatkan bahwa tokoh-tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, hingga Buya Hamka dikenal sebagai pembaca dan penulis yang produktif. Tradisi tersebut dinilai perlu kembali dihidupkan di tengah masyarakat modern.
Ustaz Rahmatullah juga menyoroti pentingnya lingkungan yang mendukung budaya membaca, termasuk akses perpustakaan dan ruang belajar di berbagai daerah. Pemerataan fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama.
Momentum Hardiknas diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk kembali membangun budaya belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....