Mengenal Konsep Kelekatan bagi Pemulihan Adiksi

  • 09 Mei 2026 05:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Istilah attachment atau kelekatan menjadi kunci utama yang sering kali menentukan keberhasilan jangka panjang dalam proses pemulihan penyalahguna narkotika dan adiksi. Kelekatan adalah ikatan emosional mendalam yang terbentuk antara individu dengan figur penting dalam hidupnya, baik itu orang tua maupun pengasuh lain.

Menurut Pengelola Bimbingan dan Konseling Balai Rehabilitasi Narkotika Tanah Merah, Indah Putri Rahayu, ikatan ini bukan sekadar relasi biasa, melainkan fondasi yang membentuk rasa aman, kemampuan membangun hubungan, hingga cara seseorang mengelola emosi dan tekanan hidup.

"Kelekatan tuh enggak cuma terjadi di masa kecil, tapi juga mungkin jauh dari sebelum masa kecil, yaitu dari masa sejak dalam kandungan kayak gitu, kemudian masa bayi, kemudian masa kecil, masa remaja, dan itu akan menjadi pola perilaku seseorang ketika nanti dia dewasa," kata Indah dalam siaran SANKSI RRI pada Rabu 6 Mei 2026.

Dalam proses pemulihan di Balai Rehabilitasi, konsep kelekatan ini diterjemahkan ke dalam program yang melibatkan partisipasi aktif keluarga atau pengasuh. Prosesnya dimulai dengan tahap asesmen yang sangat detail, di mana tim tidak hanya memeriksa kondisi penyalahguna, tetapi juga melakukan asesmen terhadap keluarganya secara bersamaan.

Hasil dari kedua sisi ini kemudian dirangkum dalam sebuah catatan kasus untuk melihat apakah ada ketidaksesuaian informasi yang bisa menjadi pintu masuk untuk memperbaiki komunikasi yang sempat terputus atau salah arah. Jika seseorang memiliki kelekatan yang kuat dan positif, kecenderungan untuk jatuh ke dalam berbagai bentuk adiksi, mulai dari narkotika hingga adiksi gawai, akan menurun secara signifikan.

Kaitan antara kelekatan dan pemicu adiksi sering kali bersumber dari luka batin atau trauma masa lalu yang terbawa hingga dewasa. Saat tekanan hidup datang melanda, individu yang tidak memiliki sandaran emosional yang kuat cenderung mencari pelarian sebagai solusi instan. Dalam kondisi inilah, narkotika sering kali dianggap sebagai tempat aman bagi mereka yang jiwanya sedang terombang-ambing.

Lingkungan yang komunikasinya tidak sehat akan membuat seseorang merasa insecure dan secara otomatis mencari lingkaran pertemanan lain di luar rumah yang dirasa lebih menerima, namun sayangnya sering kali justru membawa pengaruh buruk. Proses pemulihan bukan hanya soal menghentikan penggunaan zat, tetapi soal menyembuhkan luka batin dan memperbaiki pola interaksi dengan orang terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....